Catitan Kuliah Tafsir Ustaz Ya Ali : At Taubah 112

Intisari kuliah Magrib Malam Selasa di Masjid As Syakirin pada 28 April 2009 :

 Maksud firman Allah :

 

Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. ( At Taubah 112 )

 

Tafsimya:

 

Ayat ini merupakan pujian dari Allah bagi hamba-hamba­Nya yang, telah rela menjual jiwanya dan hartanya kepada Al­lah dengan imbalan surga. Mereka itu disifatkan, orang-orang yang bertobat dari dosa-dosanya, beribadat kepada Tuhannya dalam kata-kata dan perbuatan, memuji kepada Allah, ber­puasa meninggalkan makanan dan minuman yang lezat-Iezat, melakukan salat dengan rukuk dan sujud, dan di samping itu mereka menuntun dan mengajak hamba-hamba Allah ke jalan yang baik, melakukan amar makruf nahi mungkar dan berpe­ngetahuan penuh tentang apa yang wajib dilakukan dan apa yang wajib ditinggalkan dalam batas-batas hukum Allah, halal­nya dan haramnya.

 

Allah berfirman, gembirakanlah orang-orang mukmin itu, karena iman itu menjangkau semua sifat-sifat yang baik itu se­muanya, dan bahagialah orang yang memilikinya.

 

Yang dimaksud dengan kata “melawat” dalam ayat ini ia­lah berpuasa, demikianlah pendapat Abdullah bin Mas’ud dan Ibnu Abbas menurut riwayat Sufyan at-Tsauri dan Said bin Ju­bair.

 

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Aisyah r.a. yang berka­ta, “Lawatannya umat ini adalah puasa.”

 

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

 

“Assa`ihum  (pelancong-pelancong) itu ialah  orang-orang yang berpuasa”.

 

Ada sebuah hadis lain yang memberi penafsiran “jihad” bagi kata “melawat-melancong” dalam ayat ini, sebagaimana di­riwayatkan oleh Abu Dawud dari Abi Umamah, babwa seorang datang kepada Rasulullab meminta izin untuk “siahah” melan­cong .  Oleh beliau dijawab:

 

“Pelancongan umatku adalah berjihad di jalan Allah”.

 

Ikrimah berkata, bahwa pelancong-pelancong itu yang di maksud dalam al-Quran, ialah para penuntut ilmu. Sedang Ab­durrahman bin Zaid bin Aslam memberi tafsiran, bahwa yang dimaksud ialah para “muhajirin”. Jadi yang jelas, bahwa yang dimaksud dengan kata melawat atau melancong dalam ayat ini, bukanlah melancong dan merantau di atas bumi Allah untuk menyendiri di atas puncak gunung atau di dalam gua-gua. Itu sekali-sekali tidak diperintahkan oleh agama, kecuali dalam keadaan terpaksa untuk menjauhi fitnah dan keguncangan da­lam soal-soal agama.

 

Ustaz Ya Ali meringkaskan semua pendapat di atas sebagai perubahan sikap kepada kebaikan seperti yang di sukai Allah dan rasulnya.

 

 

One thought on “Catitan Kuliah Tafsir Ustaz Ya Ali : At Taubah 112

  1. Upaya memahami isi Al-qu’an adalah hal yg sangat penting bagi org 2x mu’min. Saya bersyukur bisa mendapatkan penjelasan ayat dgn mudah lwt dunia maya….jazaakallaah khair.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s