Kalimah Allah : Al Ankabut Ayat 61 dan 63

Firman Allah:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ

Maksudnya :

[Ayat : 61]
Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka itu: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, dan yang memudahkan matahari dan bulan? Sudah tentu mereka akan menjawab: Allah. Maka bagaimana mereka tergamak dipalingkan (oleh hawa nafsunya).
dan FirmanNya lagi :
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ
Maksudnya:
[Ayat : 63]

Dan sesungguhnya jika engkau bertanya kepada mereka itu: Siapakah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Ia hidup dengannya tumbuhan di bumi sesudah matinya? Sudah tentu mereka akan menjawab: Allah. Ucapkanlah: Alhamdulillah, bahkan kebanyakan mereka tidak memahami.


Catitan hujung:
Surah al Ankabut adalah surah Makiyah diturunkan di persekitaran Arab Jahiliah. Mereka mengakui tuhan sekelian alam ialah Allah , namun mereka kafir dan menyekutukan Allah. Saya kira kita patut mengambil kesempatan  isu Kalimah Allah ini untuk dakwah Kalimah Tauhid, seperti firman Allah ” Ucapkanlah: Alhamdulillah”
Adakanlah majlis-majlis diskusi, dailog pemahaman Islam dan perbincangan ilmiah , nescaya ia menjadi peluang keemasan bagi dakwah Islam. Ambil peluang seperti tawaran YAB TG Nika Abdul Aziz Nik Mat yang bersedia untuk terlibat sama atau undanglah Ustaz Zakir Naik atau seumpamanya. Semarakkanlah peluang ini. Saya kira isu ini sedikit sebanyak mempermosikan Agama Allah kepada penganut agama bukan Samawi.
Maksud Firman Allah :

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. – Al An Kabut 46


Melalui isu ini masyarakat Malaysia dah tahu tuhan orang Islam ialah Allah. Tuhan orang Kristian, Yahudi, Sikh dan Bahai adalah Allah. Tuhan sekelian Alam adalah Allah.
Maha Suci Tuhanku , Allah , Tuhan sekelian Alam.
Mengenai perundangan  terserah kepada pihak yang arif, mengenai kerajaan pula, ia mempunyai tangung jawab kepentingan awam bagaimanapun saya menyukai pendapat  PAS yang mengambil pendirian “terbuka” dalam isu kontroversi terbaru ini  dengan menegaskan penggunaan perkataan “Allah” dibenarkan untuk digunakan oleh agama samawi seperti Kristian dan Yahudi .Bagaimanapun penggunaan kalimah “Allah” secara salah dan tidak bertanggungjawab wajar dielakkan supaya ia tidak menjadi isu yang boleh menjejaskan keharmonian kaum dan agama dalam negara ini. Saya juga menenkuni tulisan Dr. Dr. Khalif Muammar  yang boleh di baca di SINI.
Saya akhiri dengan Maksud firman Allah :

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.–  ( Ali Imran 64 )

One thought on “Kalimah Allah : Al Ankabut Ayat 61 dan 63

  1. Pingback: Kalimah Allah : Surah Al Mu’minuun 84 – 89 « Aburedza

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s