Kebesaran Lailatul Qadar

Kebesaran Lailatul Qadar [i]

Kebesaran malam ini sebenamya berpangkal pada dua perkara:

Pertama: Turunnya Al Qur-an.

Turunnya Al Qur-an layak benar dijadikan hari besar, karena dialah malam dimulai penghidupan baru.

Firman Allah s.w.t. :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan

Kedua: Turunnya para Malaikat dalam suatu perangkatan besar yang penuh bercahaya gilang gemilang, disertai Jibril un­tuk memberikan ”tahiyyah” kepada Shaimin mukhlishin dan untuk menyaksikan amal ibadat mereka, serta untuk mengembangkan salam dan rahmat diantara penduduk bumi.

Karananyalah malam ini dapat dinamakan “lailatus Salam”. Para Malaikat turun mengucapkan Salam kepada penduduk bumi. Dapat dinamakan juga “lailatus syaraf” (malam kemulia­an) bagi umat Islam ini. Dan dinamakan juga dengan “lailatut Tajalli malam Allah melimpahkan cahaya-Nya dan hidayah- Nya kepada para ‘abid, para shaim dan orang-orang yang beribadat malam.

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Anas r.a., ujarnya:

“Bersabda Rasulullah s.a.w.: Apabila datang lailatul qadar turunlah Jibril dalam suatu perangkatan besar. Mereka bersalawat kepada segala hamba yang sedang berdiri, atau sedang duduk yang menyebut nama Allah. Маkа apabila telah datang hari raya, Allah membanggakan diri kepada Malaikat-Nya dengan hamba-Nya itu. Allah bertitah: “Hai Malaikat-Ku! apakah pembalasan kepada seseorang upahan yang telah menyempurnakan karyanya? “Para Malaikat menjawab: “Tuhan kami, pembalasannya disempurnakan upahnya”. Berkata Allah s.w.t.: Malaikatku, hamba-hambaku baik lelaki, atau perempuan telah menyelesaikan fardhu yang diwajibkan atas mereka. Kemudian mereka keluar ke tanah lapang, untuk berdo’a. Demi Kebesaran Ku, Keagungan-Ku, Kemulian- Ku, Ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, Aku akan memperkenankan do’a mereka. Kemudian berkatalah Allah kepada hambanya: Kembalilah kamu sungguh Aku telah menggantikan keburukanmu dengan kebaikan”.

Malam itu menjadi salam dari permulaannya, hingga keluar fajar, Larntaran itulah dia lebih baik dari 1000 bulan. 1000 bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan. Itulah menurut kebiasaan umur manusia. Маkа malam itu lebih baik dari umur manusia, dari umur segala manusia, bahkan lebih dari itu.

Ringkasnya, malam itu lebih baik dari sepanjang masa.

Diantara keutamaan yang Allah limpahkan kepada para ham­ba muslimin, ialah mengampuni segala dosa bagi orang-orang yang beribadat di malam itu.


[i] Di petik dari Pedoman Puasa- Prof. DR. T.M Hasbi Ash. Shiddieqy  ms 234-238 – Cetakan Bulan Bintang 1977

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s