Dialog Allah Dengan Hambanya Yang Ingin Teguhkan Imannya

Dialog Allah Dengan Hambnya Yang Ingin Teguhkan Imannya:

(DIALOG 1)

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan)

orang yang melalui suatu negeri

yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.

Dia[1] berkata:

“Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”

Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun,

kemudian menghidupkannya kembali.

Allah bertanya:

“Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?”

Ia menjawab:

“Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Allah berfirman:

“Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya;

lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah;

dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang);

Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia;

dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu,

kemudian Kami menyusunnya kembali,

kemudian Kami membalutnya dengan daging.”

Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati)

diapun berkata:

“Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(DIALOG  2)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata:

“Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.”

Allah berfirman:

“Belum yakinkah kamu ?”

Ibrahim menjawab:

“Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)

Allah berfirman:

“(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu.

(Allah berfirman):

“Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu,

kemudian panggillah mereka,

niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.”

Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(Maksud QS Al Baqarah 259-260)


[1] Ahli tafsir mengatakan “dia” ialah Uzair bin Syirkhiyan, dan negeri yang dilaluinya ialah Baitul Maqdis yang telah dihancurkan oleh raja Bukhtanshar. Selepas 70 tahun Uzair dimatikan, Bani Israil kembali membangunkan semula Baitul Maqdis. Selepas dihidupkan semula, pemandangan Baitul Maqdis telah berubah. Ini adalah pandangan yang mashyur. Pendapat lain mengatakan dia ialah Armiya dari keturun Harun a.s dan negeri yang dilaluinya ialah Dair Harqal dekat sungai Dajlah. Ada juga mengatakan dia ialah Khidhir a.s.

Dalam tafsir al Munir menyebut pendapat yang kukuh mengenai “dia” ialah seorang dari kalangan siddiqin atau para nabi, tidak mungkin dia adalah orang kafir, kerana orang kafir tidak menjadi simbol sokongan kepada keagungan Allah.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s