Pesta Tasyakuran Syiah

PESTA TASYAKURAN (PERAYAAN) SYIAH ATAS “Kebinasaan Ibunda Kaum Mukminin Aisyah rodiallohu ‘anha dalam Api Neraka”!!

Dilaporkan Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
PERHATIKAN MENIT KE:
  • 05:00-05:13
  • 05:50-05:56
  • 18:47-19:09
  • 36:24-36:29
  • 37:09- sampai akhir

Pada tanggal 17 Ramadhan 1431 H yang lalu, di saat kaum muslimin di seluruh penjuru dunia menyibukkan diri untuk beribadah di bulan Ramadhan yang mulia, guna mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan ibadah dan ketaatan yang paling dicintai seperti shalat dan puasa, umat Islam dikejutkan dengan adanya perayaan besar yang dilakukan oleh masyarakat Syi’ah Dua Belas Imam di London, Inggris. Acara keji itu dipimpin oleh sejumlah ulama Syi’ah dari berbagai negeri Arab dan non-Arab yang dikepalai oleh Yasir al-Habib. Perayaan itu dilakukan untuk memperingati “kebinasaan” ‘Aisyah di dalam api neraka –wal’iyadzu billah-. Untuk pertama kalinya Syi’ah berani secara terang-terangan melakukan perbuatan nista tersebut. Dahulu mereka melakukan taqiyah yang itu merupakah aqidah suci dalam agama mereka.

 

Perayaan tersebut berupa penyampaian pidato dan pembacaan sya’ir-sya’ir dalam mengkafirkan, serta melaknat ibunda kaum mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha. Adalah Yasir al-Habib menyampaikan sambutannya di tengah kehadiran banyak orang yang mayoritas mereka mengenakan pita merah, dan sebagian mereka dengan baju merah sebagai kiasan bahwa Ibunda ‘Aisyah rodiallohu ‘anha berada dalam neraka Jahannam. Kemudian Yasir al-Habib mulai menyampaikan sambutannya dengan menegaskan bahwa ‘Aisyah adalah musuh Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dia menyatakan bahwa sulit baginya untuk menghitung kejahatan-kejahatan ibunda ‘Aisyah rodiallohu ‘anha terhadap hak Islam dan kaum muslimin. Yang paling keji dari kejahatan-kejahatan tersebut adalah bahwa dia telah membunuh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan racun, turut serta dalam melawan ‘Ali bin Abi Thalib rodiallohu ‘anhu, memberontak dan memeranginya, menyakiti penghulu wanita dunia, Fathimah rodiallohu ‘anha hingga membuatnya menangis, serta kegembiraannya dengan syahidnya Fathimah, dan Amirul Mukminin ‘Ali rodiallohu ‘anhu; melempari jenazah al-Hasan rodiallohu ‘anhu dengan busur-busur panah, penyebab terbunuhnya tiga puluh ribu kaum muslimin, mengotori sirah Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan hadits-hadits palsunya, tuduhan kejinya terhadap Mariah al-Qibthiyyah. Selain itu mereka (orang-orang yang beragama syiah itu) menuduh ‘Aisyah rodiallohu ‘anha sebagai orang yang kurang adab, dan berlisan kotor, dan termasuk orang-orang nista lagi fasiq.

Kemudian setelah berbagai tuduhan kotor tersebut, orang hina (Yasir yang zindiq) ini menegaskan dan menetapkan bahwa ‘Aisyah sekarang berada dalam api neraka, bahkan tidak hanya sekedar dalam neraka, bahkan dia bersumpah atas nama Allah, bahwa ‘Aisyah sekarang berada dalam dasar neraka Jahannam, dalam keadaan tergantung kedua kakinya, memakan bangkai, dan tubuhnya sendiri. Semua itu menurutrnya berdasarkan kandungan al-Qur`an dan sunnah. Mudah-mudahan laknat Allah dan seluruh manusia atasnya.

Pada penutupan sambutannya, dia mengajak kepada kaum muslimin untuk shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah atas “binasanya” ummul mukminin –yang dia sebut ummul mujrimin/ ibunda para penjahat- , serta pindahnya dia kepada adzab pedih lagi kekal di dalam neraka jahannam. Dia juga mengajak kaum mukminin, setelah shalat tersebut, untuk meminta segala kebutuhan mereka kepada Allah, dan segala kebutuhan tersebut akan dipenuhi dengan kelembutan Allah subhanahu wa ta’ala, dan syafa’at Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, serta ahlul bait beliau yang suci ‘alaihimusshalatu wassalam.

Selain itu pembaca yang beriman, pada acara itu telah digantungkan sebuah spanduk besar bertuliskan “Binasanya ‘Aisyah di Dalam Neraka”, dan pada sisi yang berhadapan dengannya digantungkan spanduk bertuliskan “Kebahagiaan al-Husain ‘alaihi salam”, dimana kedua sepanduk tersebut, dengan segala kekejian, dinaikkan untuk menyampaikan ucapan kotornya terhadap Ibunda kita ‘Aisyah –mudah-mudahan Allah meridhainya dan membuatnya ridha.

Perayaan tersebut telah disiarkan secara live oleh sebagian siaran Syi’ah dengan penuh suka cita dan bahagia dengan adanya perayaan besar tersebut. Di sela-sela perayaan jahat itu, disamping melaknat Ummul Mukminin, ditambahkan pula melaknat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan para sahabat besar lainnya –mudahan-mudahan Allah meridhai mereka semua.

Sungguh, sebelumnya kami mengira bahwa pada tanggal 17 Ramadhan tersebut mereka merayakan kemenangan kaum muslimin atas orang-orang musyrik dalam peperangan Badar, akan tetapi kami dikejutkan bahwa orang-orang musyrik dan orang-orang kafir telah selamat dari lisan-lisan mereka, karena dialihkan untuk melaknat wanita suci, lagi disucikan dari langit ketujuh. Dimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan tentangnya sepuluh ayat dalam surat an-Nur (24) yang menjelaskan sucinya ‘Aisyah dari tuduhan orang-orang munafik. Kemudian datanglaah orang-orang zindiq itu dengan mengatasnamakan cinta kepada ahlul bait, menuduh kehormatan ummul mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha yang suci, dan menyakiti Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam melalui pelecehan mereka terhadap istri yang paling beliau cintai. Mereka dengan lantangnya mengatakan bahwa Istri Nabi yang tercinta itu telah kafir, dan murtad, serta berada dalam dasar neraka Jahannam!!

Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا (٥٧)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. Al-Ahzab (33): 57)

Wahai bangsa Indonesia, wahai bangsa Malaysia, wahai umat Islam, istri kekasih kalian, al-Mushthafa Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam telah dihinakan sementara kalian semua diam??!!!

Sesungguhnya, saya mengatakannya dengan jujur kepada seluruh ulama dan awamnya kaum muslimin, jika kita tidak melakukan sesuatu maka sesungguhnya kita telah ikut serta dalam kejahatan tersebut. Maka wajib bagi kita memiliki peran dalam membela Ibunda kita, kekasih Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing sesuai dengan kemampuan, kedudukan dan jabatannya. Hendaknya semua tahu bahwa kita akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, dan kita akan dihisab akan keteledoran kita, atau karena kita mendahulukan kemaslahatan duniawi atas kehormatan Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Maka celaka bagi setiap orang yang meremehkan hukuman dan kemurkaan Allah. Secara khusus, hendaknya para ulama berhati-hati. Maka apakah yang akan kita jawab kepada kekasih kita, penghulu kita shollallohu ‘alaihi wa sallam saat beliau nanti bertanya kepada kita pada hari kiamat, apa yang telah kalian lakukan untuk membela kehormatanku?!

Maka jawaban apakah kiranya yang telah kita siapkan untuk pertanyaan tersebut?? Wahai setiap penanggung jawab, saya tahu bahwa Anda semua akan ditanya di hadapan Allah tentang sebaik-baik makhluk-Nya setelah para anbiya`? Siapakah yang memiliki keutamaan (jasa) kepada kita setelah Allah, dan Rasul-Nya, yang karenanya sekarang ini kita menjadi kaum muslimin, dan bagi kita sorga dengan izin Allah jika amal kita baik?! Bukankah para sahabat dan ummahatul mukminin yang telah menjaga Islam serta menyampaikannya kepada orang setelah mereka hingga sampai kepada kita ini…?! Seandainya bukan karena (sebab) mereka niscaya kita tidak akan mendapatkan petunjuk, dan tidak akan shalat, kita akan menjadi para penyembah berhala, api, pohon, dan sapi…! Maka apakah seperti ini kita membalas budi dan jasa mereka?!

Sesungguhnya saya mendorong perhatian Anda untuk bangkit dalam rangka membela kehormatan Nabi dan kekasih Anda Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Bangsa Arab telah bangkit, melakukan satu bagian dari kewajiban mereka terhadap tragedi ini. Dan sekarang kami ingin Anda menyempurnakan kewajiban tersebut, dan melakukan peran Anda. Anda semua tidaklah lebih kecil kecemburuan atau kecintaannya kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dan Ummahatul mukminin dari bangsa Arab dan selain mereka.

Majalah Qiblati telah ikut menyampaikan gugatan di Inggris, dengan menggabungkan diri bersama sejumlah lembaga ilmiah, dan siaran-siaran satelit, dan dengan keikutsertaan sejumlah besar tokoh melawan orang kafir dari Kuwait yang bernama Yasir al-Habib –laknatullah ‘alaihi– tersebut. Pemerintah Kuwait telah menuntut mengekstradisinya melalui Interpol, akan tetapi Interpol Inggris menolaknya. Oleh karenanya, sudah semestinya bagi kita untuk menambah jumlah para penuntut untuk mengadilinya dengan tuduhan pelecehan agama hingga pemerintah Inggris patuh guna mengadilinya atau mengekstradisinya agar orang-orang kafir jahat itu tahu diri, dan tidak lagi berani lancang terhadap penghulu mereka dan ummahatul mukminin yang mereka itu tidak sebanding dengan debu yang diinjak oleh orang-orang terbaik tersebut -rodiallohu ‘anhum -.

Oleh karena itulah, kami, majalah Qiblati memutuskan membuat sebuah kampanye dengan nama “Kampanye Pembelaan Terhadap Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha”. Guna mendukung, dan ikut serta dalam kampanye ini, kami meminta kepada setiap orang yang cemburu, dari berbagai jam’iyah, organisasi, yayasan, pondok pesantren, lembaga-lembaga, forum-forum, majlis-majlis ilmu, serta masing-masing individu untuk mendukung kampanye ini dengan ikut serta di dalamnya dengan mengirimkan SMS ke nomor

08-1945 575-999

dan menulis di dalamnya nama, no HP jika ada nomor lain, kemudian menulis

“Saya setuju menggugat kasus ini ke pengadilan”

Demikian pula bisa ikut serta dengan mengirimkan email ke

dukungan@qiblati.com

Setelah itu, kami akan menyertakan nama seluruh pendukung kampanye dalam daftar para penggugat di Inggris.

Sesungguhnya saya sangat optimis dengan kebaikan penduduk Indonesia –maupun yang lainnya- dalam membela kehormatan ibunda kita, dan Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam. Bapak dan ibu saya sebagai tebusannya shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Sesungguhnya majalah Qiblati melakukan tugas ini karena keyakinan terhadap pentingnya peranan dalam menerangi masyarakat, dalam menyatukan suara, dan barisan menuju hal-hal yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi Islam dan kaum muslimin, serta bagi dunia ini.

Kami memohon agar semua pihak ikut andil dalam menyebarkan kampanye ini melalui email, serta mendorong manusia untuk ikut serta di dalamnya. Siapa saja bisa mengcopy makalah ini dari website Qiblati untuk kemudian menyebarkannya di antara manusia di setiap tempat. Dan wajib ada satu jejak bagi kita dalam membela ibunda kita. Demi Allah, seandainya ada seseorang yang berbicara tentang kehormatan Ibunda kita sendiri, niscaya kita tidak akan diam, lalu bagaimana dengan ibunda kaum mukminin Aisyah rodiallohu ‘anha yang lebih baik dari ibu kita semua?!

Wahai bunda, janganlah bersedih…!

Engkau adalah kehormatan kami

Kehormatan Nabi kami…

Bunda, janganlah bersedih…!

Janganlah bersedih…!

Kami, Umat islam; anak-anakmu

Siap berkorban membelamu

Agar saya bisa memotong jalan atas sebagian orang-orang Syi’ah yang akan mengingkari perbuatan tersebut sebagai taqiyyah (kepura-puraan) dan kedustaan, maka sesungguhnya saya mengatakan dengan jujur bahwa setiap syi’ah berkeyakinan akan kekafiran ‘Aisyah, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan para sahabat yang lain. Dikarenakan seluruh kitab induk mereka terang-terangan dalam masalah ini. Maka asas dan ushul agama mereka berdiri di atas pengkafiran para sahat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, sekalipun mereka tidak terang-terangan mengatakanya sebagai bentuk taqiyah.

Agar saya bisa menetapkan kejujuran ucapan saya, saya menantang setiap Yayasan Resmi Syi’ah di Indonesia atau yang lain di dunia untuk mengeluarkan satu penjelasan yang di dalamnya diterangkan bahwa Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha adalah ibu mereka, dan bahwa beliau adalah wanita mukminah dan penghuni sorga. Sesungguhnya saya, dengan ucapan ini ingin menelanjangi aqidah satu kaum yang berdiri di atas kedustaan dan penipuan. Saya ingin menjelaskan kepada orang-orang yang terperdaya dari para penyeru kepada toleransi dan pendekatan tentang satu hakikat yang tersamarkan, serta aqidah rusak milik para penentang al-Qur`an dan sunnah tersebut. Sesungguhnya saya berpegang dengan tuntutan saya ini, dan tuntutan inilah yang nantinya akan menetapkan kepada kaum muslimin secara umum jika saya benar atau dusta. Sebagai penguat ucapan saya, al-Mujamma’ al-‘Alami Liahlil Bait (Majelis Internasional untuk Ahlul Bait), demi meredakan kemarahan kita, terpaksa mengeluarkan satu pernyataan yang di dalamnya terdapat celaan terhadap tragedi tersebut tanpa memberikan pembelaan terhadap Ummul Mukminin dengan anggapan bahwa hilah (kilah) mereka, serta kedustaan mereka akan bisa menipu kita. Bahkan penjelasan mereka hanyalah bersifat umum, serta tidak menyebut nama ‘Aisyah rodiallohu ‘anhu sama sekali. Apakah Anda tahu sebabnya? Jawabannya adalah agar mereka tidak terpaksa mengatakan ridhiyallahu ‘anha kepada beliau. Tenanglah wahai para pengurus Majelis Internasional untuk Ahlul Bait, kami telah tersadar untuk kalian dengan izin Allah. Kalian mau mengucapkan radhiyallahu ‘anha terhadapnya atau kalian mengakui bahwa dia adalah ibunda kaum mukminin, dan bahwa dia berada di sorga, atau saya nasihatkan kepada kalian semua untuk menulis dalam penjelasan kalian itu satu ungkapan “untuk orang-orang yang tertipu saja”. Berikut komentar saya terhadap pernyataan kalian tersebut.

Karena saya sangat faham tentang cara-cara licik syi’ah, maka terlebih dulu saya akan menjelaskan bagaimana jawaban mereka. Kemungkinan terbaik, mereka akan menjawab bahwa “kami mengingkari (memprotes) perayaan memalukan tersebut, dan kami tidak menerimanya, dan ‘Aisyah menurut kami adalah seorang muslimah”. Ini adalah tipuan yang masyhur dari mereka. Mereka akan menggunakannya untuk menipu, dan itu adalah biasa. Karena di dalam ushul aqidah mereka disebutkan bahwa setiap orang yang tidak beriman dengan kewalian Ali dan para imam setelahnya bukanlah orang mukmin. Islam bukanlah syarat untuk selamat. Seluruh ulama Syi’ah telah sepakat, yang dulu dan yang sekarang, tidak ada khilaf di antara mereka, tentang aqidah imamah yang menyelisihi kaum muslimin, dan mereka mengkafirkan kaum muslimin karenanya. Syi’ah berkeyakinan bahwa keimanan tidak akan sempurna bagi seorang manusia hingga dia beriman dengan kewalian Ali (langsung setelah nabi wafat). Jika dia tidak beriman, maka dia bukan orang mukmin sekalipun dia beriman dengan rukun-rukun iman yang lain. Dan imamah ini, siapa yang tidak mengimaninya, menurut Syi’ah dia telah kafir kepada Allah, dan sedikit dari mereka menjadikannya sebagai orang fasiq yang tidak beriman.

Oleh karena itu, termasuk perkara yang mustahil bila mereka berkeyakinan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, para sahabat secara umum, dan ‘Aisyah –mudah-mudahan Allah meridhai mereka semua- serta kaum muslimin secara umum adalah orang-orang beriman. Akan tetapi mereka hanya mengatakan sebagai orang-orang muslim saja, karenak penilaian mereka sebagai orang mukmin akan meruntuhkan imamah yang itu merupakan asas agama mereka, dan apa yang bertautan dengannya dari sifat ma’shum dan lainnya. Setiap orang yang berbasa-basi dan berbaik sangka kepada mereka tidak mengetahui bahwa dirinya adalah kafir menurut mereka, dan berhak kekal selamanya di dalam api neraka berdasarkan kitab induk mereka.

Sesungguhnya saya katakan kepada setiap orang muslim, bahwa kami, ketika mengkafirkan mereka yang merayakan perayaan tersebut, bukan hanya karena mereka mengkafirkan ummahatul mukminin dan para sahabat saja, akan tetapi karena ijma’ (kesepakatan) ulama kaum muslimin yang menyatakan bahwa siapa yang menuduh, dan mencaci Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha maka dia telah kafir.

Ibnu Katsir rohimahulloh berkata dalam tafsir surat an-Nur (24): ‘Para ulama rahimahumullah, telah sepakat bahwa siapa yang mencaci dan menuduhnya dengan tuduhan yang dituduhkan kepadanya, maka dia kafir, karena menentang al-Qur`an.’ (Tafsirul Qur`anul ‘Azhim, (2/276)), beliau juga menyebutkan ijma’ tersebut dalam al-Bidayah wan-Nihayah (8/92).

Al-Qodhi Abu Ya’la rohimahulloh berkata, ‘Siapa yang menuduh zina ‘Aisyah rodiallohu ‘anha dengan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala telah mensucikannya, maka dia telah kafir, tanpa ada khilaf (perselisihan),’ (as-Sharimul Maslul (566-567))

Imam as-Subkiy rohimahulloh berkata, ‘Adapun fitnah terhadap ‘Aisyah rodiallohu ‘anha, wal’iyadzu billah, maka itu mewajibkan pembunuhan karena dua perkara; salah satunya adalah bahwa al-Qur`an telah bersaksi akan kebersihannya dari tuduhan tersebut, maka mendustakannya adalah kekufuran, dan menfitnahnya termasuk kedustaan terhadapnya; yang kedua, bahwa dia adalah istri Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, menfitnahnya berarti menghina Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan menghina beliau adalah kekufuran.’ (Fatawa as-Subki, (2/592))

Imam an-Nawawi rohimahulloh berkata dalam Syarah Shahih Muslim (17/117-118), ‘Kebersihan ‘Aisyah rodiallohu ‘anha dari tuduhan zina, adalah sebuah kebersihan secara qath’i dengan nas al-Qur`an yang mulia, seandainya seseorang yang meragukannya wal’iyadzu billah, maka dia menjadi kafir, lagi murtad berdasarkan ijma’ seluruh kaum muslimin.’

Ibnu Qudamah al-Maqdisiy rohimahulloh berkata dalam Lum’atul I’tiqad (29), ‘Termasuk sunnah adalah mengucapkan radhiyallahu ‘anha kepada istri-istri Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, ummahatul mukminin (ibunda kuam mukmin) yang suci dan dibebaskan dari segala keburukan. Yang paling utama dari mereka adalah Khadijah binti Khuwailid, dan ‘Aisyah as-Shiddiqah binti ash-Shiddiq yang dibebaskan oleh Allah di dalam kitab-Nya, istri Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat. Maka barangsiapa menuduhnya dengan apa-apa yang Allah telah membebaskannya, maka dia telah kafir kepada Allah yang Maha Agung.’

As-Suyuthi rohimahulloh berkata dalam kitabnya al-Iklil fi Istinbathit Tanzil (19), ‘Para ulama telah berdalil dengannya –ayat ifk- bahwa siapa yang menuduhnya, maka dia dibunuh karena kedustaannya terhadap nash al-Qur`an. Para ulama berkata, ‘Menuduh ‘Aisyah adalah sebuah kekufuran, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah bertasbih kepada dirinya sendiri saat menyebutnya, seraya berfirman [سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيْمٌ] Maha Suci Engkau, ini adalah sebuah kebohongan yang nyata. Sebagaimana Dia bertasbih, mensucikan Dzat-Nya saat menyebutkan apa yang orang-orang musyrik mensifati-Nya dengan istri dan anak.”

Ini adalah ucapan orang-orang dahulu dari para imam semuanya, di dalamnya terdapat penjelasan jelas bahwa umat ini telah sepakat bahwa siapa yang mencaci Ummul Mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha, serta menuduhnya dengan apa yang dituduhkan oleh para penuduh maka sesungguhnya dia telah kafir, dimana dia mendustakan Allah, terhadap berita berlepas dirinya ‘Aisyah dari tuduhan itu, berikut kesuciannya rodiallohu ‘anha, dan sebagai hukumannya adalah dibunuh karena murtad dari agama Islam.

Bahkan para imam kaum muslimin telah mengungkapkan bahwa hanya sekedar membenci para sahabat saja telah kafir. Mereka berdalil dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٢٩)

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath (48): 29)

Imam Malik rohimahulloh, dari ayat ini mengambil istinbath hukum akan kekafiran orang yang membenci para sahabat, dikarenakan para sahabat menjengkelkan mereka, dan siapa dijengkelkan oleh para sahabat maka dia kafir. Imam syafi’i dan lainnya pun menyetujuinya. (As-Showa’iqul Muhriqah (317), Tafsir Ibnu Katsir (4/204))

Jika Imam Malik, dan Imam Syafi’i rohimahulloh, serta selain mereka dari para Imam –mudah-mudahan Allah merahmati mereka, mengungkapkan bahwa hanya sekedar membenci para sahabat adalah kekufuran, maka bagiamana pula dengan mengkafirkan mereka, melaknat, mencaci, serta menuduh mereka dengan perbuatan keji?!!

Ya Allah, atasMulah urusan Yasir yang keji itu, dan orang-orang yang mengikuti jalannya. Lumpuhkan tubuhnya dan bisukan lisannya. Jadikanlah dia berharap mati, dan tidak menemuinya. Ya Allah, tampakkanlah kepada kami keajaiban kekuasaan-Mu pada dirinya. Turunkanlah kepadanya hukuman dan balasan-Mu yang tidak akan tertolak dari kaum pendosa. Ya Allah kuasakanlah atasnya tentara-tentara langit dan bumi. Ya Allah jadikanlah dia sebagai satu tanda, dan pelajaran bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Adzablah dia ya Allah sebagai azab dari yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Ya Allah, potonglah tubuh-tubuhnya sepotong demi sepotong, dan janganlah Engkau mematikannya hingga dia merasakan azab setiap anggota tubuhnya. Ya Allah, kami memohon kepadaMu untuk mengabulkan, Ya Jabbar, Ya ‘Azhim, Ya Qowiyu, Ya ‘Azizu, wahasbunallahu wani’mal wakil.

Semoga selawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, kepada seluruh keluarga beliau, terutama para ummahatul mukminin, dan kepada seluruh para sahabat semuanya. (AR)‎*

Sumber:  http://www.gensyiah.com/pesta-tasyakuran-syiah.html#more-651

Advertisements

Siapa Paulus

Paulus

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.

Paulus ialah tokoh penting dalam agama Kristian. Nama asalnya ialah ‘Saul’ , merupakan hawari bagi agama Kristian. Paul atau Paulus adalah gelarannya.

Michael H. Hart dalam dalam buku 100 Orang Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah meletakkan Paulus di tempat ke-6 selepas Nabi Muhammad dan Jesus/Nabi Isa.[1]

Biodata

Paulus adalah seorang Yahudi dan lahir di Tarsus , di tanah Kilikia, berguru dengan Gamaliel. Gamaliel ialah seorang fakih yang dihormati segenap kaum itu dan ia seorang Farsi. Paulus sendiri menyatakan dirinya keturunan Rom. Paulus mati pada 64 m , di zaman Kaisar Nero . ( []Kisah Rasul-Rasul]] 22;2-3 ; 5:43 ; 22: 28 ; 7 : 55 ). Tarsus terletak di Istanbul / Constantinople ,Turki kini.

Riwayat hidup Paulus diceritakan panjang lebar dalam Kisah Rasul-Rasul. Isi Kitab Rasul-Rasul ini menceritakan segala ajaran dan kisah yang berhubungan dengan Paulus dan hal-hal ajaib yang telah dikerjakannya.

Sarjana Kristian menyatakan Kisah Rasul-Rasul ini dikarang oleh Lukas , seorang pengikut Paulus. Lukas adalah tabib yang disayangi oleh Paulus. Injil Lukas juga ditulis oleh Lukas. Oleh itu, tidak hairan jika pengikut Paulus memuji -muji Paulus. [2]

Paulus memasukkan ajaran Philo

Paulus telah menyelit dan memasukkan fahaman dan ungkapan baru ke dalam gereja. Antaranya ialah ‘Anak sulung Tuhan , Pengantara antara Tuhan dan manusia , Gembala yang baik, Bayang-bayang Tuhan, Roti kehidupan , Yang suci , Kurnia Tuhan kepada manusia selaku penebusan dosanya , Imam Besar, Tuhan yang kedua , Pemberi air hidup yang kekal , Yang duduk di sebelah kanan Tuhan , Tuhan satu yang bersifat tiga, Yang anak itulah yang kedua daripada tiga-tiga yang suci.

Semua ungkapan baru ini amatlah nyaman dan aneh didengar tetapi ramai tidak memahaminya .

Philo ialah ahli falsafah yang hidup 100 tahun lebih awal daripada penulis-penulis Injil. Paulus dikatakan murid Philo dan Plato , bukan murid Jesus. [3].

Ajaran Paulus menjadi sumber Ajaran Jesus

Paulus dikatakan banyak menulis surat kepada pelbagai pihak. 14 surat-surat Paulus telah ditetapkan sebagai kanon . 2 kitab iaitu Injil Lukas dan Kisah Rasul-Rasul dijadikan kanon juga. Oleh itu jadilah ajaran-ajaran yang bersumberkan Paulus menjadi ajaran-ajaran agama Kristian yang selanjutnya disebut ajaran-ajaran Jesus.

Paulus menyelewengkan ajaran Jesus

Paulus adalah seorang yang amat memusuhi agama yang diajarkan oleh Jesus dan para pengikutnya. Dia tidak belajar kepada Jesus sendiri. Kemudian tiba-tiba dia mengaku bertaubat dan mengaku pula menjadi rasul Jesus. Paulus mendakwa berjumpa dengan Jesus di pertengahan jalan ke Damsyik lalu bertaubat dan dilantik sebagai rasul. Damsyik ialah ibu negara Syria kini.

Akhirnya bagi orang Kristian , Paulus diakui sebagai rasul Jesus yang dipenuhi Roh Kudus. Empat belas surat keterangannya dimasukkan dalam golongan kitab-kitab Perjanjian Baru dan dianggap sebagai kanon dan kitab suci.

Ramai pengakaji mendakwa Paulus sebagai penyeludup ke dalam agama Kristian dan mengaku menjadi pengikut Jesus untuk menyelewengkan Kristian dari dalam, ,mengubah isi dan bentuk ajaran Kristian yang asli. Pengkaji mendakwa dasar-dasar Kristian sekarang adalah hasil bikinan Paulus , bukan ajaran Jesus.

St Barnabas dalam Injil Barnabas mendakwa Paulus termasuk golongan sesat . Dia melihat ramai orang yang mengajarkan pengajaran yang mengkafirkan, mengatakan Al Masih sebagai anak Allah, menghapuskan bersunat yang diperintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya dan menghalalkan semua daging yang najis. (Barnabas Pendahuluan 1-9 ; pasal 222:1-6).

Paulus menzalimi pengikut Kristian

Paulus mulanya sangat memusuhi agama yang dibawa oleh Jesus dan pengikutnya.

Saul / Paulus menyebarkan ugutan bunuh terhadap sesiapa yang menganut agama Kristian. Paulus mendapat surat-surat kuasa daripada Imam Besar Yahudi di negeri Damsyik . Jika ditemui lelaki dan perempuan berugama Kristian akan diikat dan dibawa ke Jerusalem. ( Kisah Rasul-Rasul 9:1-2)

Paulus mendakwa dirinya telah bertaubat

Tiba-tiba Paulus mendakwa dirinya bertaubat ketika dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap dan memenjara pengikut Kristian .

Ini kerana Paulus telah berjumpa dengan Jesus orang Nazaret berhampiran kota Damsyik. Di sana, Ananias seorang yang percaya kepada Yesus mencadangkan Paulus dibaptiskan, menyucikan diri dan menyeru nama Jesus. ( Kisah Rasul-Rasul pasal 22: 6-21).

Paulus mengaku menjadi rasul

Setelah kejadian bertemu Jesus seperti di atas, Paulus mengaku menjadi rasul Jesus. Sedangkan Jesus tidak pernah diketahui orang telah melantik/mengangkat Paulus menjadi rasul. Hanya Paulus menyatakan dirinya telah diangkat Jesus menjadi rasul.

Dirinya tidak kurang daripada rasul-rasul yang utama. Selepas kejadian di atas, Paulus cuba hendak berkawan dengan murid-murid Jesus tetapi mereka takut kepadanya dan tidak percaya Paulus adalah murid Jesus. Mereka tahu Paulus dari Tarsus itu amat bencikan Jesus dan murid-muridnya.

Tetapi St Barnabas mendekatinya dan membawa Paulus kepada murid-murid Jesus. Namun selepas itu Paulus berselisih pendapat dengan Paulus. (Korintus 11:5 ; Kisah Rasul-Rasul 9: 22-27 ; 15:39 )

Paulus mendakwa Injil yang diajarnya diterima langsung dari Jesus

Paulus sebenarnya tidak pernah berguru kepada Jesus dan tidak pernah berbicara dengan Jesus. Akan tetapi dia mengajar suatu Injil yang disebutnya diterima langsung daripada Jesus. ( Galatia 1:11-120)

Paulus sendiri mendakwa Injil yang diajarnya tidak diterima daripada rasul-rasul dan murid-murd Jesus. Tetapi diterima langsung daripada Jesus dengan perantaraan wahyu, sedangkan Jesus tidak ada lagi di kalangan mereka.

Bagi orang Islam, Jesus atau Nabi Isa hanyalah seorang Nabi bukan Tuhan.

Injil Paulus berbeza dengan injil-injil lain

Paulus menyatakan Injil yang dibawanya berlainan daripada Injil yang dibawa oleh guru-guru lain. ( Galatia 1:6-9) . Paulus amat marah melihat pengikut-pengikutnya berpaling kepada Injil lain.

Jesus pada Paulus sangat berbeza

Pada ketika itu ada guru-guru lain menceritakan riwatat Jesus yang berlainan daripada gambaran oleh Paulus .(2 Korintus 11:4-5). Paulus menyatakan dirinya tidak terkurang daripada ‘rasul-rasul yang utama’. Ini bermakna Paulus rasa tercabar dan dicabar oleh guru-guru lain yang turut mengajar tentang Injil.

Kisah Paulus taubat sangat berbeza-beza

Drs M.E Duyverman menyatakan terdapat pertentangan nyata antara Galatia pasal 1 dan 2 dengan Kisah Rasul-Rasul. Skar sekali menacari titik kesesuaian.[4]

Paulus dimusuhi oleh orang Yahudi

Paulus akhirnya menjadi orang yang amat dimusuhi oleh orang Yahudi dan mereka mahu membunuhnya. ( Kisah Rasul-Rasul 9:20-25). Sewaktu Paulus di Damsyik , Di dalam rumah sembahyang di Damsyik , Paulus menyebarkan berita bahawa Jesus itu anak Allah dan Jesus itu Kristus. Selang beberapa hari, orang-orang Yahudi berpakat mahu membunuhnya. Tetapi Paulus diselamatkan oleh murid-mujridnya dan dibawa ke Jerusalem.

Terjadi lagi perselisihan pendapat antara Paulus dan St Barnabas sehingga mereka berpisah. ( Kisah Rasul-Rasul 15:39). Paulus cuba berdamping dengan orang-orang kafir iaitu orang tidak berbangsa Israel.

Paulus mengaku dirinya rasul kepada orang-orang kafir

Jesus hanya disuruh mengembangkan Kristian kepada bangsa bani Israel yang ‘sesat’ ( Injil Matius 15:24, ). Jesus melarang murid-muridnya pergi mengajar kepada orang-orang kafir dan janganlah kamu masuk ke negeri Samaria.( Injil Matius 10:5-6).

Ayat yang menyatakan Jesus menyuruh mengajar juga kepada bukan bangsa Israel adalah ‘ayat tambahan’.(ms 61)

Akan tetapi Paulus mengakui dirinya sebagai pengikut Jesus telah pergi mengajar kepada orang-orang kafir ( Galatia 2:7-80. Bani Israel yang menganut agama Yahudi mengamalkan amalan bersunat. Sementara orang yang tidak bersunat dianggap sebagai kafir.

Paulus menghapuskan bersunat

Amalan bersunat amat penting dalam agama Yahudi. St Barnabas menyatakan Paulus telah menghapuskan amalan bersunat untuk selama-lamanya. Sedangkan amalan bersunat patut dikekalkan sebagai perjanjian kekal dengan Tuhan.( Kejadian 17:9-14).Sesiapa yang tidak bersunat dianggap cuba mengubah perjanjian Tuhan. Perintah ini dilakukan oleh anak cucu Nabi Ibrahim hingga ke hari ini. Jesus sendiri mengamalkan amalan bersunat .

Tetapi Paulus membatalkan amalan bersunat ( Galatia 5;20 , Lukas 2;21 , 1 Korintus 7:18-19). Paulus menyatakan hal itu kepada sidang rasul-rasul di Jerusalem pada tahun 48. ( Kisah Rasul-Rasul pasal 15). Paulus mencadangkan sunat digantikan dengan baptis dan kekal hingga ke hari ini. ( Kol 2:11,12)

Paulus menghalalkan daging yang najis

St Barnabas telah menceritakan Paulus telah menghalalkan daging yang najis ( Barnabas 6). Sebelumnya ada beberapa binatang yang najis dan tidak boleh dimakan seperti babi, bangkai dan lain-lain. ( Imamat pasal 11 dan Jchezkiel 4;14).

Tetapi Paulus telah menghalalkan babi , bangkai dan lain-lain ketika menghantar surat kepada orang-orang Rom.( Rom 14:4 dan 20 , Titus:1:15, 1 Korintus 6:12)

Jadi Paulus telah menghalalkan segala sesuatu yang najis dan dilarang makan dalam Perjanjian Lama. Golongan Kristian Adventis mempunyai pendapat tersendiri dalam hal ini.

Paulus membatalkan Taurat Musa

Jesus datang tidak hendak merombak hukum Taurat tetapi hendak menyempurnakannnya Sesiapa yang merombak hukum Taurat akan dipandang kecil di dalam kerajaan syurga ( Injl Matius 5:17-19).

Tetapi Paulus menganggap hukum Taurat itu telah dibatalkan kerana sangat lemah dan tidak berguna kepada manusia. ( Ibrani 7:18-19 ; Ibrani 8:7)

Pastor Rifai menyatakan Taurat itu terbahagi 2 :

Taurat Allah yang diucap dan ditulis Allah sendiri ( Keluaran 24:12, 31:18) . Dan Taurat Musa yang diucapkan dan ditulis oleh Nabi Musa sendiri ( Ulang 31: 1,2 9). Taurat Allah diletakkan dalam peti perjanjian ( Keluaran 25 : 16, 21, Ibrani 9: 2, 4). Dan Taurat Musa diletakkan di luar peti perjanjian . ( Ulangan 31:25,26). Taurat Musa sudah dihapuskan (Ibrani 10:1-6 . Taurat Allah ( 10 hukum ) itu kekal. (Matius 5 ; Mazmur 119:14, 165).

Paulus mengajarkan dosa waris

Paulus mengajarkan bahawa semua manusia adalah berdosa iaitu dosa yang diwariskan kepada mereka dari Adam , kerana Adam telah berdosa sebab memakan buah yang terlarang. (surat kiriman Paulus kepada orang Rum 5:12 dan 5:18) .

Tebus dosa manusia dengan darah dan pengorbanan Jesus

Paulus mengajarkan bahawa kematian Jesus di atas kayu salib adalah untuk penebusan dosa manusia. ( Surat Paulus kepada Epesus 1:7, Surat Paulus kepada orang Kolosi 1:140 , Surat Paulus kepada orang Ibrani 9:28, Epesus 5:2 , Galatia 1:-4).

Paulus mengajarkan Jesus sebagai pengantara

Paulus menyatakan jawatan Jesus adalah menjadi pengantara. ( Ibrani 8:6 ; 12:24 ).

Paulus mengajarkan Jesus bayangan Tuhan

Paulus mengajarkan bahawa Jesus menjadi bayangan Tuhan dan ia terlebih dahulu dari segala makhluk dan ia menjadikan segala sesuatu di langit dan di bumi. ( Kolose 1:15-17).

Ajaran Paulus berkembang di kalangan orang kafir

Akhirnya ajaran Paulus berkembang di kalangan orang kafir, bukan di kalangan bangsa bani Israel. Ini kerana Paulus telah bekerja sungguh-sungguh dan pergi jauh ke pedalaman dan luar daerah. Paulus dikatakan telah berjalan kaki sejauh 7800 km – 9000 km. Perjalanannya tanpa kapal terbang atau apa-apa kenderaan. [5]

Paulus menghalalkan cara demi tujuan

Paulus membenarkan seseorang menjadi Yahudi agar akhirnya orang Yahudi itu menjadi Kristian. Jika dia berhadapan dengan Yahudi, dia akan menjadikan dirinya seperti orang Yahudi. Jika dia berhadapan dengan orang yang mengamalkan hukum Taurat, dia akan berpura-pura mengamalkan hukum Taurat.. “Maka segala sesuatu halal bagiku”. ( I Korintus 9: 20-22 ; 6:12 ; Rum :7). Paulus mengangap berdusta itu tidak salah jika dengan dusta itu kebenaran Allah melimpah kepada kemuliaan.

Falsafah ini diamalkan oleh Machiavelli.

Paulus mampu melakukan perkara pelik

Paulus dianggap rasul kerana telah melakukan perkara pelik umpama mukjizat atau dianggap mukjizat..

Tetapi Injil Matius sendiri menyatakan ada Kristus palsu dan nabi palsu akan muncul dengan mengadakan perbuatan dan pertunjukan yang pelik-pelik. Perkara yang pelik-pelik tidak dapat dijadikan bukti akan kebenaran seseorang rasul. ( Injil Matius 24:24).

Perlu diingat Kisah Rasul-Rasul dikarang oleh Lukas iaitu seorang pengikut Paulus. Lukas tidak melihat semua yang dilakukan oleh Paulus dan tidak mengikut perjalanan Paulus sejauh 7800 km itu. Mungkin Paulus mereka-reka cerita akan kehebatannnya . Yang pasti Lukas banyak mengunakan cerita-cerita lisan untuk tulisannya khususnya dari Paulus yang dikutinya hingga ke penjara. [6]

Paulus setanding Abdullah bin Sabak

Zaman Nabi Muhammad juga muncul orang Yahudi berpengaruh bernama Abdullah bin Sabak. Dia menyamar sungguh-sungguh sebagai seorang Islam yang alim. Beliau seorang pendeta Yahudi . Beliau turut menghidupkan api perang antara Ali Abi Talib dengan Muawiyah. Abdulah bin Sabak memihak kepada Ali , membela Ali dan kaum kerabat Nabi Muhamad. Dengan itu ramai orang tertarik kepadanya.

Abdullah bin Sabak akhirnya mengatakan dalam ajarannya bahawa Ali Abu Talib itu Tuhan. Menurut ajarannya , roh Allah bertempat dalam tiap-tiap Nabi. Setelah Muhamad wafat, roh itu pindah kepada Ali Abi Talib. Kemudian pindah lagi kepada anak-anaknya yang menjadi Imam.

Ketika Abdullah bin Sabak dan pengkutnya bertemu Ali, beliau berkata ‘Engkau Tuhan’, ‘Engkau Dia’. Ali amat gelisah dan menghidupkan api untuk membakar mereka. Tetapi mereka menyambut dengan ‘Kini nampaklah kepada kami kebenaran bahawa dia Allah , kerana yang menghukum orang dengan Api hanya Allah’.

Semasa Ali menjadi Khalifah , pernah hendak menghukum mati ke atas Abdullah bin Sabak. Terapi ramai menghalang kerana jasanya membela keluarga Nabi Muhamad. Jadi Abdullah diasingkan ke Madain .Usaha Abdulah bin Sabak masih berterusan tapi berjaya dibendung .

Rujukan

  • HM Arshad Talib Lubis, Perbandingan Agama : Kristen dan Islam , Pustaka Melayu Baru, Kuala Lumpur , 1982, hlm 369
  1. http://www.adherents.com/adh_influ.html Religious Affiliation of History’s 100 Most Influential People
  2. Dr S Van Der Linder , Tafsiran Rum , Badan penerbitan Kristian , Jakarta, 1960)
  3. Khawaja Kmaludin, BA, LLB, Mata Aliran Kekristianan, 64-65
  4. Drs M.E. Duyverman – Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru , Badan Penerbit Kristian, Jakarta, 1966, hlm 87
  5. Drs M.E Duyverman, Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru , Badan Penerbit Kristian , Jakarta, 1965)
  6. Dr H Van Den Brick – Tafsiran Kisah Rasul-Rasul , Badan Penerbit Kristian, Jakarta, 1960, hlm 5

 

Tuhan anda, tuhan saya dan tuhan seluruh alam adalah Allah Yang Esa

Seorang teman kristian , Saudara Bagas , menulis kepada saya sebagai mengomentari Injil Barnabas :

Kenapa harus membahas siapa dan apa yang dilakukan Barnabas ! baik kristen maupun muslim sudah tau siapa itu Isa Almasih kan ” ADALAH HAKIM DIAKHIR ZAMAN” Seorang hakim bisa memutuskan dia itu hidup atau mati, dipancung atau tidak masuk neraka atau tidak! masuk surga atau masuk neraka !

Itu yang patut kita singkapi Loh !
Kis 16:31 ” Percayaklah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Kis 20:21 “aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.”
Matius 25:31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia bersemayam diatas tahta kemuliaan-Nya.
Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata “Kepada-Ku telah diberikan kuasa di sorga dan di bumi.
ayat 20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada ahir zaman.”
Yohanes3:36 Barangsipa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada diatasnya.

 

Maka saya menulis balas seperti berikut:

Sdr Bagas,
Tuhan anda Allah atau Yesus Kristus, membaca al kitab mengelirukan. Sebenarnya tuhan anda dan tuhan saya dan tuhan seluruh alam adalah Allah. Mana mungkin tuhan lebih dari satu :

… Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Markus 12:29-30)

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanannya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan dia dan sambil bertelut di hadapannya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Jawab Yesus: “Mengapa kau katakana aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” (Markus 10:17-18)

… sedangkan Allah adalah satu. (Galatia 3:20)

Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. … Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya. (Roma 1:23-25)

… namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup. … (1 Korintus 8:6)

… tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa. (1 Korintus 8:4)

…”Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada … (Wahyu 11:17)

Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! (1 Timotius 1:17)

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! (Yakobus 2:19)

Bagi Dia, yang berkuasa menjaga … (Yudas 1:24)

Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? (Yohanes 5:44)

Saudara Bagas,

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
(Surah Al-‘Imran, ayat 64)

Kamukah yang sukar diciptakan atau langit?

(Wahai golongan yang ingkarkan kebangkitan hidup

semula!) Kamukah yang sukar diciptakan atau langit?

Tuhan telah membinanya (dengan kukuh)!

Ia telah meninggikan bangunan langit itu lalu

menyempurnakannya,

Dan Ia menjadikan malamnya gelap-gelita,

Serta menjadikan siangnya terang-benderang.

Dan bumi sesudah itu dihamparkannya (untuk kemudahan penduduknya),

Ia mengeluarkan dari bumi itu:

airnya dan tumbuhtumbuhannya;

Dan gunung-ganang pula dikukuhkan letaknya (dibumi, sebagai pancang pasak yang menetapnya);

(Semuanya itu) untuk kegunaan kamu

dan binatang binatang ternak kamu.

(Surah An-Naazi’aat:27-33)

Membaca ayat di atas membuat aku termenung. Bagai Allah berfirman kepada Aku. Satu soalan yang mengujakan oleh Allah:

Akukah yang sukar diciptakan atau langit?

Soalan itu membuat aku menjadi kecil lagi hina. Apalah aku ini diatas dunia. Dan bumi ini hanya badingan sebutir debu diangkasa raya. Luasnya angkasa tidak terjangkau oleh akal membayangkannya. Dipenuhi pula oleh berbilion bintang-bintang bertaburan didalam kumpulan galaksi-galaksi. Dia lah Allah yang menjaga dan mengawalnya. Maha suci Engkau, tuhanku.

Ya Allah, tiada Tuhan yang sebenar me­lainkan Engkau,

Engkaulah yang menjadikan aku,

aku adalah hamba-Mu,

dan aku berjanji mentaati-Mu se­mampuku,

aku berlindung kepada-Mu daripada ke­jahatan kelakuanku.

Kukembalikan kepada-Mu segala nikmat yang Kau berikan

dan aku kembali kepada-Mu dengan dosa yang kulakukan.

Ampunilah aku,

kerana tiada siapa yang dapat mengampuniku melainkan Engkau.

Siapakah Hawariyyun Nabi Isa a.s?

Siapakah  Hawariyyun Nabi Isa a.s?

1. Allah berfirman  QS Ali Imran ayat 52 :

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (٥٢)

52. maka ketika Nabi Isa merasa (serta mengetahui Dengan yakin) akan kekufuran dari mereka (kaum Yahudi), berkatalah ia:” siapakah penolong-penolongku (dalam perjalananku) kepada Allah (dengan menegakkan ugamaNya)?”. orang-orang “Hawariyyuun” (Penyokong-penyokong Nabi Isa) berkata: “Kamilah penolong-penolong (utusan) Allah. Kami telah beriman kepada Allah, dan saksikanlah (Wahai Nabi Allah) Sesungguhnya Kami ialah orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah).

2. Allah berfirman  QS  Ash Shaff  ayat 14 :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ (١٤)

14. Wahai orang-orang Yang beriman! Jadikanlah diri kamu pembela-pembela (ugama) Allah sebagaimana (Keadaan penyokong-penyokong) Nabi Isa Ibni Maryam (ketika ia) berkata kepada penyokong-penyokongnya itu: “Siapakah penolong-penolongku (dalam perjalananku) kepada Allah (dengan menegakkan ugamaNya)?” mereka menjawab: “Kamilah pembela-pembela (ugama) Allah!” (setelah Nabi Isa tidak berada di antara mereka) maka sepuak dari kaum Bani Israil beriman, dan sepuak lagi (tetap) kafir. lalu Kami berikan pertolongan kepada orang-orang Yang beriman untuk mengalahkan musuhnya, maka menjadilah mereka orang-orang Yang menang.

3. Ibn Katsir didalam Kisah Para Nabi memetik Muhammad bin Ishaq berkata :

1.Bahawa Nabi Isa berdoa kepada Allah S.W.T. agar melambatkan ajalnya dengan maksud dapat menyampaikan risalah dan menyempurnakan dakwah, agar ramai orang dapat masuk ke dalam agama Allah. Dikatakan bahawa di sisi beliau terdapat 12 orang lelaki dari kaum Hawari, iaitu

  1. Peter@Petrus atau namanya yang sebenar adalah Simon (atau dalam bahasa Aram beliau disebut Kef@Simon Bar Yokhanan)
  2. Yakobus anak Zebedeus,
  3. Yohanes saudara Yakobus,
  4. Andreas anak al-Feus,
  5. Filipus,
  6. Bartolomeus,
  7. Matius,
  8. Tomas,
  9. Yakobus anak al-Feus,
  10. Tedeus,
  11. Fitiatius (Simon orang Zelot)
  12. dan Yudar Iskariot (pengkhianat)- Dia inilah yang menunjukkan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa.

2.Ibni Ishaq berkata bahawa di antara mereka terdapat seorang lelaki lain yang bernama Sargius yang dirahsiakan oleh orang-orang Nasrani. Dia inilah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa lalu disalib atas namanya.

3.Ibnu Ishaq berkata bahawa sebahagian orang-orang Nasrani beranggapan bahawa orang yang disalib atas nama Nabi Isa al-Masih dan diserupakan dengannya adalah Yudas Iskariot. Wallahu a’lam.

4. Ibn Katsir didalam Kisah Para Nabi memetik Ibnu Jarir menyebutkan dari Ibnu Ishaq bahawasanya:

1.Nabi Isa sebelum diangkat ke langit telah berwasiat kepada kaum Hawari agar mengajak umat manusia kepada menyembah Allah semata, tiada sekutu bagiNya dan dia telah menentukan setiap orang dari mereka kepada sekelompok orang dalam salah satu daerah di Syam, negeri-negeri timur mahupun barat. Mereka menyebutkan bahawa setiap orang dari mereka dapat berbicara dengan bahasa setempat yang mendapat kiriman da’i dari al-Masih.

2.Tidak hanya seorang menyebutkan bahawa Injil diriwayatkan dari beliau oleh 4 orang: Lukas, Matius, Markus dan Yohanes. Di antara Injil-injil yang empat ini terdapat banyak perbedaan dengan dibandingkan antara satu naskah dengan naskah yang lain. Juga tambahan-tambahan yang banyak dan kekurangan dengan dibandingkan kepada lainya. Empat orang penulis lnjil ini, yang dua termasuk orang yang menyusul di belakang al-Masih dan yang dua di antaranya termasuk sahabat-sahabat beliau.

5. Mengenai Hawariyyun Wkikipidia melapurkan seperti berikut :

Berdasarkan maklumat yang diperolehi dari pakar-pakar sejarawan seperti Ibnu Kathir, Imam Qurtubi, serta kitab-kitab Qisasul Anbiya’ telah dijelaskan bahawa Nabi Isa Al-Masih (Jesus Christ) mempunyai 12 orang sahabat. Dalam Quran mereka digelar sebagai Al-Hawariyun (الحواريون). Masyarakat Kristian pula menggelar mereka 12 diciples. Anggota Al-Hawariyun dikatakan terdiri daripada penama-penama berikut:

  1. Peter@Petrus atau namanya yang sebenar adalah Simon (atau dalam bahasa Aram beliau disebut Kef@Simon Bar Yokhanan)
  2. James (Yohannes {bukan Nabi Yahya} @ Yakobus) anak Zabedee@Zabeedah@Zabedeus
  3. John atau Yahya atau Yohannes (bukan Nabi Yahya)
  4. Andrew (Andreas) (diriwayatkan anak murid kepada Nabi Yahya)
  5. Philip (Filipus)
  6. Barthomew anak Talemai (Bar Talemai) (mempunyai nama gelaran yang disebut Nathanael)
  7. Matthew atau Matius
  8. Thomas (dalam bahasa Aramik disebut Toma) @Didimus (dalam bahasa Yunani)
  9. James anak Alphaeus@Yakobus bin Alphaeus
  10. Thaddeus Lebbaeus (Yudas Thaddeus)
  11. Simon the Cananean (Simon orang Kanaan) @ Simon the Zilot (Simon orang Zilot)
  12. Judas Iscariot (Yudas pengkhianat)

Namun begitu, nama-nama berikut sebenarnya masih lagi samar-samar disebabkan tiada fakta yang benar-benar sahih menunjukkan nama-nama itu mewakili setiap individu Al-Hawariyun yang sebenar. Kitab Injil (Bible) kini sendiri bertelagah mengenai individu Al-Hawariyun serta riwayat hidup mereka yang dicatitkan dalam Injil-Injil Kristian.

Imam Qurtubi ada menyebutkan,: “Hawariyun adalah dua belas dalam nombornya, tetapi ia tidak memberikan nama mereka, kecuali nama ketua Hawariyun sebagai Sham’oon (Simon Peter atau Cephas) dalam keajaiban kenaikan meja (kedudukan), berkata,
“Sham’oon, ialah ketua murid, telah bertanya, ” Adakah makanan ini iaitu Syurga ataupun makanan dunia ini?” Nabi Isa’ membalas:, “Makanan ini khusus diciptakan untuk kamu, itu bukan dari Syurga atau dunia ini. Allah berfirman, “JADI,” dan maka jadilah.”
Pengikut-pengikut Isa (termasuklah Sham’oon lebih popular dikenali sebagai Simon Peter) yang hidup selepas kenaikan Isa (Yesus) itu dianggap terhormat dan jujur oleh kaum Muslim. Mereka tidak, tetapi dianggap sebagai Nabi.
Mereka adalah manusia biasa dan tidak terlepas dari membuat kesalahan dan kesilapan. Ajaran mereka dan kenyataan mereka telah kehilangan kesahihannya melalui sejarah yang disahkan tidak adanya pengesahan.

Terdapatnya dua sumber chapter dalam Injil Kristian yang menyebut nama-nama ‘Murid-murid Yesus dalam Alkitab seperti dalam chapter:

  • [Matt 10:2] Matius memberikan nama-nama para murid Yesus
  • [Luke 6:13] Tetapi Lukas menyebutkan dua nama, yang berbeza daripada mereka, dicatat dalam Matius.

Salah satu diantara para murid, yang bernama Judas Iscariot (anak Simon Iskariot) adalah bendahari atau penjaga wang dan telah diamanahkan peranan ini oleh Yesus (Nabi Isa a.s.). Dia kemudian mengkhianati Yesus kerana dikatakan telah tertarik dengan tawaran tiga puluh keping perak sebagai ganti jika dapat memberitahu dan menyerahkan Yesus kepada Ahli dewan Shan Hakrem, dan kemudian dia (Judas) telah meninggal akan selepas itu (akibat menggantungkan dirinya disebatang pokok secara terbalik serta terburai isi perutnya {mengikut pandangan Kristian}) manakala dalam perspektif Islam pula, Judas telah mati akibat disiksa dan didera bertalu-talu serta disalib sehingga mati. Beliau juga dikatakan telah membantu dirinya dengan menggunakan sebahagian daripada wang amanah yang dipertanggungjawabkan untuk dijaga olehnya buat sementara ketika dia masih lagi seorang murid Yesus.

Terdapat juga pernyataan bahawa Matthew ialah Simon orang Kanaan adalah salah seorang pengikut dan anak murid Yesus, sedangkan dalam Injil Lukas Simon orang Zelot disebutkan. Selain itu, Matius menyatakan Labaous telah disebut Tadeus untuk menjadi murid, tapi Lukas tidak menyebut nama ini, mungkin Yudas anak Yakobus dinyatakan sebagai gantinya.

6. Disebut dalam Matthew 10:2-4 nama-nama sahabat nabi Isa a.s :

2 Maka inilah nama-nama kedua belas rasul, yaitu: Pertama-tama Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya; dan Yakub anak Zabdi, dan Yahya saudara Yakub;
3 dan Pilipus dan Bartolomius; dan Tomas, dan Matius, pemungut cukai itu, dan Yakub anak Alpius, dan Tadius;
4 dan Simon orang Kanani, dan Yudas Iskariot, yaitu yang menyerahkan Yesus.

7. Disebut dalam Luke 6:13-16 nama-nama sahabat nabi Isa a.s :

13 Setelah sudah hari siang, dipanggil-Nya murid-murid-Nya, dan dipilih-Nya dari antara mereka itu dua belas orang, yang digelarkan-Nya rasul,
14 yaitu Simon, yang digelari-Nya Petrus, dan Andreas saudaranya, dan Yakub, dan Yahya, dan Pilipus, dan Bartolomius,
15 dan Matius, dan Tomas, dan Yakub, anak Alpius, dan Simon yang digelar Zelotis,
16  dan Yudas, anak Yakub, dan Yudas Iskariot, yang menjadi orang belot.

Galas: Dr Zulkefli Mohamad Calun Pas

GUA MUSANG, 22 Okt: Harakahdaily :

Presiden PAS, Datuk Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang berkata, kemenangan PAS di Dewan Undangan Negeri (Dun) Galas pada Pilihan Raya Umum ke-12 lalu adalah platfom baik buat PAS dalam menghadapi semula PRK itu 4 November nanti.

Menurutnya, kemenangan lalu itu memberikan kelebihan pada PAS untuk lebih mengenali masyarakat di kawasan itu dan tahu selok belok permasalahan mereka.

Kelebihan itu penting katanya, kerana PAS bukan saja berdepan dengan Umno-Barisan Nasional (BN) tetapi juga berdepan dengan jentera Kerajaan Persekutuan.

“Tidak syak lagi mereka itu menggunakan jentera-jentera kerajaan.

“Oleh sebab itu kita terpaksa bekerja lebih kuat,” katanya kepada media selepas majlis perisytiharan calon malam tadi.

PAS meletakkan Timbalan Yang Dipertua PAS Kawasan Gua Musang, Dr Zulkefli Mohamad sebagai calon mereka.

Perisytiharan calon itu dibuat sempena ceramah sambutan 20 tahun Membangun Bersama Islam Kerajaan Kelantan di bawah pemerintahan Menteri Besar, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz.

Selain Mursyidul Am PAS, turut hadir Ketua Umum PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim, Timbalan Setiausaha Agung DAP, Datuk Ngeh Koo Ham dan kepimpinan Pakatan Rakyat lain.

“Umno sudah tidak ada kelebihan, berada pada peringkat bertahan dan itu faktor untuk Umno yang bersifat ‘basuh tangan’ terhadap kesilapan-kesilapan yang mereka lakukan selama ini.

“Mengenai isu-isu yang  dibawa PAS pada PRK Galas, itu terpulang kepada ‘gendang yang dipalu’ Umno-BN, namun kita tidak terikat dengan gendang mereka,” katanya lagi.

Beliau yang juga Ahli Parlimen Marang mendakwa  tidak nampak pengundi di Dun Galas akan terpengaruh dengan isu-isu yang dimainkan Umno-BN.

“Bahkan isu yang ditonjolkan Umno BN  itu akan memberi kesan yang negatif kepada mereka sendiri, ini kerana mereka mengulangi kesilapan-kesilapan yang lama di samping mendepani masalah yang belum dapat diselesaikan,” katanya.

Al Ahkam net: HUKUM BERSEMBAHYANG DI DALAM MASJID SYIAH ( IRAN )

SJ – 2170 : HUKUM BERSEMBAHYANG DI DALAM MASJID SYIAH ( IRAN )
Sumber: http://al-ahkam.net/forum09/viewtopic.php?f=95&t=9776
Alhamdulillah , Segala Puja – Puji hanyalah milik Allah Ta’ala semata-mata. Selawat dan salam ke atas Baginda Rasulullah s.a.w, ahli keluarga baginda yang suci, para sahabat yang kesemua mereka itu merupakan golongan yang amat mulia, para ulama’ yang mukhlisin , para mujahidin di Jalan Allah Ta’ala dan seluruh muslimin. Amin.

Terima Kasih di atas soalan Belut Pisang. Sebenarnya permasalahan Sunni – Syiah ini sudah kerap-kali dijelaskan di dalam web al-Ahkam.online ini . Bolehlah dianggap permasalahan ini merupakan di antara masalah yang agak lama sudah dibincangkan di sini dan ianya juga merupakan satu masalah yang sering dipersoalkan oleh para pengunjung web ini .

Masalah bagaimanakah kita selaku Kaum Muslimin Sunni hendak berinteraksi dengan Kaum Syiah juga sudah sering diketengahkan semenjak awal-awal penubuhan web ini , sama ada ianya disentuh oleh Al-Fadhil Webmaster kita ; Ustaz Zain ys , ataupun disentuh juga oleh Tuan Guru kita , Al-Fadhil Ustaz thtl.

Saya sendiri sudah menjelaskan hal yang semacam ini di dalam : SJ – 2070 : MENGENALI ALIRAN AKTIVIS & HUKUM SEMBELIHAN SYIAH http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=9050

Diharap saudara dapat merujuk ke dalam url berikut supaya persoalan yang akan kita ikuti ini dapat diikuti dengan lebih jelas dan lebih mudah difahami.

***********************************************************

Di dalam url berikut saya telah menyatakan ( saya hanya memetik beberapa noktah penting sahaja , untuk mengikutinya secara penuh , sila lihat url tersebut ) :

Kata saya :

Kita menghukum setiap orang yang mengucap dua kalimah syahadah adalah sebagai seorang Islam , biar apa pun mazhab yang dipegangnya .

Walaupun begitu , kita juga tetap berpegang kepada usul yang menyatakan bahawa , setiap orang yang mengucap dua kalimah syahadah itu , bila-bila masa sahaja boleh menjadi murtad ( terkeluar daripada Islam ) , apabila terdapat pada dirinya perkara-perkara yang boleh menyebabkan dia menjadi murtad , sama ada melalui :

1 – Lisan / Ucapan .
2 – Perbuatan / Tingkah-Laku .
3 – Aqidah / Kepercayaan .

Jangankan kata bagi mereka yang berpegang kepada mazhab Syiah , ataupun Batiniyyah , ataupun Qadiani , ataupun Taslim , ataupun Al-Arqam ( Ar-Rufaqa’ ) , ataupun Anti-Hadis , ataupun Muktazilah , dan seumpamanya . Bahkan , yang mengaku sebagai penganut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah pun bila-bila masa sahaja boleh menjadi kufur dan murtad apabila terdapat pada dirinya perkara-perkara yang telah dijelaskan di atas .

Ertinya secara zahirnya ataupun secara umumnya , kita tetap mengatakan bahawa semua orang Syiah yang mengucap 2 kalimah syahadah itu sebagai orang Islam ( muslim ) .

Namun apabila telah ternyata kesesatan dan kekufuran mereka, sama ada ianya berdasarkan lisan / ucapan mereka ( sama ada yang didengar oleh telinga kita semua , ataupun melalui apa yang dinyatakan oleh mereka sendiri melalui kitab-kitab Syiah mereka ), ataupun sama ada kita mengetahui kesesatan dan kekufuran mereka berdasarkan perbuatan / tingkah-laku dan Aqidah / Kepercayaan mereka , maka sudah pasti pada waktu itu TIADA SEBAB untuk kita bersembahyang di belakang mereka . Mengapa pula begitu ? . Sebab kita sendiri tidak boleh berimamkan seseorang yang telah ternyata sesat , kufur dan murtadnya.

Untuk diketahui asas-asas kekufuran Aqidah / Kepercayaan mereka maka tak dapat tidak , kita mestilah banyak membaca kitab-kitab yang pro-Syiah dan yang anti-Syiah . Namun secara ringkasnya , saya telah menerangkan serba-sedikit mengenai Aqidah / Kepercayaan Syiah yang boleh menyebabkan seseorang itu sesat, kufur dan murtad di dalam url tersebut , iaitu : http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=9050

Aqidah / Kepercayaan mereka yang menyesatkan dan menyebabkan murtad , di antaranya ialah : Al-Bada’ , Ar-Raj’ah , Al-‘Ismah , Kafirnya Majoriti Para Sahabat ( r.a ) , Wujudnya “ Mushaf Sayyidatina Fatimah Az-Zahra’ “ ( r.a ) dan selainnya.

Jadi kalau saudara dan para pengunjung sekalian tetap mahu berkunjung ke Republik Iran dan tidak rela bersembahyang di belakang mereka , maka silalah bersembahyang bersendirian di dalam masjid-masjid mereka.

Tidak mengapa kita bersembahyang di masjid-masjid mereka . Selagi masjid-masjid itu sendiri tidak diasaskan dan ianya memenuhi syarat-syarat sahnya sesuatu tempat sembahyang .

Bagaimanakah caranya untuk mengelak diri daripada sembahyang berimamkan imam-imam Syiah yang saudara/I merasa was-was dengan ‘Aqidah / Kepercayaan mereka ? .

Ada banyak cara , di antaranya ialah dengan tidak hadir ke masjid mereka di saat mereka sedang mendirikan sembahyang , ataupun saudara/I sendiri boleh bersembahyang dengan kelompok para pengunjung yang bersama-sama saudara / I ( yang bermazhab Sunni ) .

Ataupun , saudara / I sendiri boleh boleh mengatakan kepada mereka ( Syiah ) bahawa saudara / I sudah sembahyang di hotel masing-masing secara jamak & qosar .

Ataupun , jangan masuk ke dalam masjid-masjid mereka ( tapi nanti saudara / I merasa rugi pula ) .

Ataupun yang paling mudah ialah jangan pergi ke Republik Iran langsung !!! . Duit dan perbelanjaan yang ada , lebih afdhal ( lebih fadhilatnya ) dan lebih awla ( lebih utama ) menurut Fiqh al-Awlawiyat ( Fekah Prioriti / Keutamaan ) digunakan untuk menunaikan haji ataupun umrah yang wajib . Ataupun disumbangkan kepada saudara-mara yang berada di dalam kesempitan ( contohnya : menolong saudara-mara dengan melangsaikan hutang-piutang mereka ) , ataupun membantu jiran-tetangga . Ataupun wang yang ada itu disumbangkan FI SABILILLAH untuk mengembangkan Islam dan Jihad, seperti untuk para pelajar , anak-anak yatim , mereka yang berperang mempertahabkan Islam , ataupun kalau tak tahu sangat bagaimanakah hendak digunakan wang tersebut di jalan sepatutnya , maka bolehlah disumbangkan kepada Web al-Ahkam. Online ini sebagai dana untuk memastikan web ini terus wujud dan mengembangkan Islam sampai ke hari akhirat . Amin Ya Rabbal ‘Alamin . :smirk:

Adapun mengenai wujud ataupun tidak Masjid Sunni di sekitar Iran , maka kami tidak mempunyai informasi tersebut. Yang kami ketahui daripada pendedahan beberapa orang ulama’ yang insaf ( yang telah mengkaji mengenai mazhab Syiah ini ataupun yang telah melawat Rep. Iran ) tidak dibenarkan sebarang masjid didirikan di sana untuk komuniti Ahlus Sunnah , walaupun komuniti ini berjumlah 10 % daripada keseluruhan penduduk Iran . Namun hairannya , mengapa pula gereja Kristian dan Haykal ( Biara ) Yahudi dibenarkan pula ? . :p

Di zaman pemerintahan Khomeini sendiri , Rep. Iran pernah membunuh beberapa cendekiawan dan ulama’ Sunni seperti Al-‘Allamah Ahmad Muftizadeh ( rh ) dan Dr. ‘Ali Nasher Mudhafrayah ( rh ) . Perkara ini sendiri dilaporkan oleh Majalah Panji Masyarakat ( Indonesia ) No : 764 XXXIV , 19 Sya’aban 1413 H ( 11-20 Feb . 1993 ) .

Orang-orang yang memahami benar-benar mengenai selok-belok Syiah , sudah tentu akan tersenyum dengan soalan mengapakah tidak diizin kaum minoriti Sunni mendirikan masjid-masjid mereka sendiri walhal dibenarkan pula rumah-rumah ibadat kaum Yahudi dan Kristian ? . Sudah pasti , kaum Sunni yang memahami mengenai masalah Syiah ini sendiri pun boleh menjawabnya ! . 😀

Untuk mereka yang ingin mengikuti beberapa perbincangan terpenting mengenai Syiah ini di dalam web al-Ahkam ini , silalah klik pada url berikut :

http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=9300
http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=9353
http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=8519
http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=8035
http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=6917
http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB8&Number=5717

Sila lihat pula keganasan dan kesesatan Syiah di url berikut :

http://al-ahkam.com.my/forum/showflat.php?Cat=&Board=UBB1&Number=8523

Mudah-mudahan ada manfaatnya daripada jawapan ini .

Sekian . Wallahu A’alam Bis Sowab
Wahuwa Yahdi Ila Sabilir Rasyad .

**************************************

RUJUKAN & SARANAN PEMBACAAN :

1 – AL-MAUSU’AH AL-MUYASSARAH FIL ADYAN WAL MADZAHIB WAL AHZAB AL-MU’ASIROH ~ WAMY .

2 – AL-KHOMENIYYAH : SYUDUZ FIL ‘AQAID WA SYUDZUZ FIL MAWAQIF ~ Al-‘Allamah Sa’id Hawa (rh ) .

3 – KAMUS ISTILAH SYI’AH IMAMIAH ~ Ibnuraimee Ad-Dimyati .

4 – MAJALAH al-MUSTAQIM ( Bil : 1 , ms 35 – 40 )

Keluarga Nabi Yakub a.s.

Nabi Ya’akub a.s adalah putera dari Nabi Ishaq a.s. bin Nabi Ibrahim a.s. Ibunya bernama Rifqah binti Batueil bin Nahur bin Azar (Tarah). Beliau dilahirkan di Kan’an (Palestin). Daripada Yaakub dinasabkan keturunan Bani Israil. Justeru, Yaakub dinamakan juga Israil. Saudara abang kembar kepada Yaakub bernama al-‘Ish.  Al-Ish digelar sebagai bapa bangsa Romawi.

Yaakub dibesarkan di sisi ibu bapanya, Ishak dan Rifqah (juga disebut Rabekah atau Rivkah dalam versi Yahudi dan Injil Kristian). Kemudian beliau disuruh ibunya berpindah ke rumah bapa saudaranya bernama Laban Bin Batueil (Sudara ibunya) di Fidan Aram, berhampiran Babilon di Iraq.

Ini kerana ibunya khuatir beliau dianiayakan abangnya, ‘Ish yang sebelum ini mengugut untuk membunuhnya.

Kemudian Yaakub pergi mencari bapa saudaranya dan tiba di satu tempat, beliau tertidur kerana keletihan berkelana sepanjang hari. Dalam tidurnya, beliau bermimpi melihat malaikat naik ke langit dan turun ke bumi.

Bangun daripada tidur, beliau berasa senang dengan mimpi itu dan bernazar mahu membangunkan tempat ibadah di situ kerana Allah. Beliau mengambil batu dan mencelupkannya ke dalam minyak, supaya tempat itu diketahui orang. Tempat itu dinamakan Baitu II, iaitu Baitullah. Kawasannya kini dikenali sebagai Baitulmaqdis.

Selepas itu, Yaakub meneruskan perjalanan menuju ke rumah bapa saudaranya di Iraq. Di sana, beliau melihat dua anak bapa saudaranya, iaitu Layya dan Rahil. Tetapi beliau berkenan dan ingin meminang anak bapa saudaranya yang bongsu, iaitu Rahil, kerana wajahnya cantik dibandingkan Layya, yang matanya kurang menarik.

Bapa saudaraya memberikan syarat supaya Yaakub mengabdikan diri selama tujuh tahun dengan mengembala kambing sebelum dapat berkahwin dengan Rahil. Yaakub bersetuju dengan syarat itu.

Apabila habis tempoh itu, bapa saudaranya mengadakan majlis perkahwinan pada waktu malam, tetapi dibawakannya Layya untuk dikahwinkan.

Keesokan paginya, Yaakub menyedari yang dikahwininya itu bukan Rahil, tetapi Layya. Yaakub berkata kepada bapa saudaranya: “Kenapa pakcik mengkhianati saya, sedangkan saya meminang Rahil.”

Bapa saudaranya berkata: “Bukanlah adat kita untuk mengahwinkan adik terlebih dulu, sebelum kakaknya. Seandainya kamu mencintai adiknya, kamu harus mengembala lagi kambingku selama tujuh tahun, selepas itu baru aku nikahkan kamu dengan Rahil.”

Yaakub menyahut syarat yang diberikan bapa saudaranya. Apabila cukup tujuh tahun, dikahwinkan Rahil dengan Yaakub. Dengan perkahwinan itu, beliau mempunyai dua isteri bersaudara. Tetapi perkahwinan dua isteri bersaudara kandung waktu itu tidak dilarang.

Layya dan Rahil mempunyai dua hamba sahaya, iaitu Zulfah dan Balhah. Kemudian kedua-duanya dikahwini Yaakub.

Beliau dikurniakan 12 anak lelaki. Melalui Layya, lahirnya Rabin, Syam’un, Lawi, Yahuza, Yakasir dan Zebulon, manakala dengan Rahil melahirkan Nabi Yusuf dan Bunyamin.  Mengikut Ibn Katsir didalam  Kisah para Nabi Rahil wafat selepas melahirkan Bunyamin.

Sementara perkahwinannya dengan Zulfah melahirkan Jaad dan Asyir. Manakala melalui isterinya Balhah, melahirkan Daan dan Nafrali. Semua ahli keluarga Yaakub kemudian disebut al-Asbath, bermakna kabilah Bani Israil, kerana mereka mempunyai banyak keturunan. Anak Yaakub masing-masing menjadi ketua suku daripada kaum Bani Israil.

Secara ringkas Nabi Ya’qub telah dianugerahkan oleh Allah sebanyak 12 orang anak lelaki dan seorang anak perempuan, mereka adalah penama-penama seperti berikut:

  1. Ruben(anak sulong Nabi Ya’qub)(juga disebut RU’BEM,REUVEN dan RAOBIN dalam beberapa versi Kristian Bible) – Ibn Katsir menyebut dalam Kisah Para nabi, beliau lah yang membuang Yusof kedalam perigi.
  2. Simon (atau SYAHMUN dalam kebanyakan frasa sebutan bahasa Aram, Ibrani dan Arab).(Mempunyai anak lelaki yang bernama Thalut @ Saul, dimana kisah Thalut ada disebutkan dalam Al-Quran).
  3. Levi 1 @ Lewi 1 bapa kepada Matthat(keturunan nenek moyang Nabi Isa).
  4. Yahudza (bapa kepada Bares)(keturunan nenek moyang Nabi Daud,Nabi Sulaiman dan kebawah).Perkataan Yahudi juga diambil daripada namanya. Beliau dikatakan membawa balik baju gamis Yusof yang berlumuran darah untuk ditunjukkan kepada Yaakub selepas Yusuf dibuang kedalam perigi. Ustaz Ya Ali Dahaman dalam kuliah tafsir pada mentafsir ayat 96 surah Yusuf memetik tafsir Qurtubi menyebut Yahudza juga lah membawa balik baju gamis Yusof dari Mesir dan meletakkan dimuka Yakub lalu sembuhlah matanya dari buta. Qurtubi menyebut baju gamis Yusuf tersebut adalah berasal dari Syurga. Allah melalui malaikatnya memakaikan kepada nabi Ibrahim a.s semasa nabi Ibrahim dibakar oleh Namrud. Baju yang sama diwarisi kepada Ishak a.s, kepada Yakub a.s dan kepada Yusof a.s.
  5. Daan
  6. Natthali (Naftalv)
  7. Gad (Yad)
  8. Asyer (Asvir)
  9. Isakhar (Yassakir)
  10. Zebulon (Zabanun)
  11. Yusuf(Nabi Yusuf a.s.)
  12. Bunyamen @ Benjamen (merupakan moyang kepada Nabi Yunus a.s.)
  13. Dinah (anak perempuan tunggal Nabi Yaa’qub)- ibn-katsir dalam Kisah Para Nabi menyebut ia anak dari Layya

Catitan: Terdapat perbedzaan ejaan nama bergantung kepada sumber yang berbedza

Rujukan:

Tafsir ibn-Katsir Surah Yusof ayat 96

http://klikkhas.bharian.com.my/

Wikipidia

Ibn Katsir –Kisah Para Nabi

Abdullah Yusof Ali – Terjemahan Surah Yusof

 

Sumber : http://masjidassyakirin.wordpress.com/2010/10/20/keluarga-nabi-yaakub-a-s/

Negeri Kan’an

Kan’an

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.

Kan’an (Phoenicia: 𐤊‏𐤍‏𐤏‏𐤍‏, Kanaʻn; Ibrani: כְּנָעַן‎ Kənáʻan; Arab: كنعان Kanʻān) adalah sebuah istilah kuno bagi wilayah yang kini terdiri dari Israel, Lebanon, wilayah-wilayah Palestin, selain tanah bersempadanan dengan pantai dan bahagian dari Jordan, Syria dan utara Mesir. Dalam Kitab Yahudi, “Tanah Kan’an” mengunjur daripada Lebanon mengarah ke selatan merentasi Gaza sehingga “Sungai Kecil Mesir” dan ke arah timur ke Lembah Sungai Jordan, termasuk Israel moden dan wilayah-wilayah Palestin. Pada zaman kuno, kawasan selatan mengandungi pelbagai kumpulan etnik. Surat Amarna yang dijumpai di Mesir Purba menyebut Kan’an (Akkadia: Kinaḫḫu) berkaitan dengan Gaza dan kota-kota lain di sepanjang pantai Phoenicia dan ke hulu Galilee. Banyak sumber-sumber awal Mesir juga menyebut pelbagai kempen-kempen ketenteraan dilakukan di Ka-na-na.