Ideologi Ar Raj’ah dan Pembantaian 3000 Kaum Quraisy

Agar Anda memahami tentang ideologi Ar Raj’ah langsung dari buku mereka yang tepercaya, saya akan sebutkan untuk Anda ucapan Syaikh sekte Syi’ah Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin An Nu’man, yang lebih dikenal di kalangan mereka dengan sebutan “Syaikh Al Mufid” dalam bukunya yang berjudul: “Al Irsyad Fi Tarikh Hujajillah ‘Alal ‘Ibaad”. Buku ini dicetak di Iran dengan cetakan kuno, tidak disebutkan tahun terbitnya, dan dicetak dengan tulisan tangan Muhammad bin Ali Muhammad Hasan (Demikian disebutkan dalam buku aslinya, mungkin benarnya ialah: Muhammad Ali bin Muhammad Hasan) Al Kalbabakati:

Al Fadhl bin Syazan meriwayatkan dari Muhammad bin Ali Al Kufi dari Wahb bin Hafsh dari Abu Bashir, ia menuturkan: Abu Ja’far (yaitu Ja’far As Shodiq) berkata: Akan diseru dengan nama Al Qaim (maksudnya: Imam mereka ke-12 yang mereka yakini telah lahir lebih dari sebelas abad silam, dan ia belum mati, karena ia akan bangkit dan mengadili), akan diseru dengan namanya pada malam 23 dan ia akan bangkit pada hari ‘Asyura (tgl 10 Muharram), dan seakan-akan sekarang ini aku dapat melihat ia pada hari kesepuluh bulan Muharram sedang berdiri antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim, Malaikat Jibril berada di sebelah kanannya sambil menyeru: Berbaiatlah untuk Allah. Maka kaum Syi’ah berbondong-bondong dari segala penjuru dunia yang telah dipendekkan untuk mereka hingga akhirnya mereka semua dapat membai’atnya. Disebutkan dalam sebagian riwayat bahwa ia akan berjalan dari Mekkah hingga tiba di Kuffah dan ia singgah di kota Nejef kita ini, kemudian ia dari kota tersebut mengutus pasukannya ke berbagai penjuru dunia.

Al Hajjal juga meriwayatkan dari Tsa’labah dari Abu Bakar Al Hadhrami dari Abu Ja’far ‘alaihi salam (yaitu Muhammad Al Baqir) ia berkata: Seakan-akan aku menyaksikan Al Qa’im ‘alaihi salam sedang berada di Najef kota Kuffah, ia datang dari kota Mekkah dengan diiringi oleh 5000 malaikat, Malaikat Jibril di sebelah kanannya, Malaikat Mikail di sebelah kirinya, sedangkan kaum mukminin di depannya, dan beliau mengutus pasukannya ke berbagai negeri.

Abdul Karim Al Ju’fi juga menuturkan, aku pernah berkata kepada Abu Abdillah (yaitu Ja’far As Shodiq) berapa lama Al Qaim ‘alaihi salam akan menguasai dunia? Beliau menjawab: Tujuh tahun, hari-harinya akan menjadi panjang, sampai-sampai satu tahun kepemimpinannya sama halnya dengan sepuluh tahun biasa, sehingga lama kepemimpinanya sama dengan tujuh puluh tahun yang biasa kalian alami. Abu Bashir bertanya kepadanya: Semoga aku menjadi tebusanmu, bagaimana cara Allah memanjangkan tahun? Ia menjawab: Allah memerintahkan al falak agar berhenti dan tidak banyak bergerak, dengan cara inilah hari dan tahun menjadi panjang. Bila masa kebangkitannya telah tiba, umat manusia selama bulan Jumadil Akhir dan sepuluh hari dari bulan Rajab akan ditimpa hujan lebat yang tidak pernah dialami oleh manusia, kemudian Allah menumbuhkan kembali daging dan badan kaum mukminin dalam kuburan mereka, seakan-akan sekarang ini, aku sedang menyaksikan mereka membersihkan tanah dari rambut-rambut mereka.

Abdullah bin Al Mughirah juga meriwayatkan dari Abu Abdillah (yaitu Ja’far As Shodiq) ‘alaihissalaam ia menuturkan: Bila Al Qaim dari keturunan (nabi) Muhammad telah bangkit, ia akan membangkitkan 500 orang dari orang-orang Quraisy, kemudian ia akan memenggal leher mereka, kemudian ia akan membangkitkan 500 lainnya, kemudian memenggal leher mereka juga, kemudian membangkitkan 500 lainnya, hingga ia melakukan hal itu sebanyak 6 kali. Aku pun bertanya: apakah jumlah mereka mencapai sebanyak ini? (Ia merasa keheranan akan hal itu, karena Khulafa’ Ar Rasyidin, Dinasti Umawiyyah, Abbasiyah dan seluruh penguasa umat Islam hingga zaman Ja’far As Shadiq tidak sampai sebanyak itu, juga tidak sampai satu persennya) Ja’far As Shodiq menjawab: Ya, dari mereka dan juga dari pengikutnya. Dan pada riwayat lain: Sesungguhnya kekuasaan kita adalah kekuasaan terakhir, tidaklah ada satu marga pun dari mereka melainkan pernah menjadi penguasa, agar mereka tidak berkata bila telah menyaksikan perilaku kita: Bila kami berkuasa niscaya kami akan berlaku seperti perilaku mereka.

Dipetik dari:

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ?

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib

Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA

http:dear.to/abusalma

Keyakinan Syi’ah Tentang Imam Mahdi

Di antara prinsip dasar dalam ideologi mereka ialah: Bila suatu saat nanti Imam Mahdi telah bangkit, yaitu Imam mereka yang ke dua belas, yang menurut mereka saat ini sudah hidup dan sedang menanti saat kebangkitannya/revolusinya agar mereka ikut andil bersamanya menjalankan revolusi tersebut. Bila mereka menyebutkannya dalam buku-buku mereka, mereka senantiasa menuliskan di sebelah nama, atau julukan atau panggilannya dua huruf (عج) kependekan dari:

عجَّل الله فرجه

“Semoga Allah menyegerakan kebangkitannya.”

(Tatkala Imam Mahdi ini telah bangkit dari tidurnya yang amat panjang yang telah melebihi seribu seratus tahun) Allah akan menghidupkan kembali seluruh penguasa umat Islam yang telah lalu bersama-sama para penguasa yang ada pada masa kebangkitannya terutama yang mereka sebut dengan Al Jibtu & At Thoghut; Abu Bakar dan Umar dan para pemimpin setelah keduanya!! Kemudian Imam Mahdi ini akan menghukumi mereka atas perbuatan mereka merampas kekuasaan dari dirinya dan dari kesebelas nenek moyangnya. Karena -menurut mereka- kekuasaan itu sepeninggal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah hak mereka semata sebagai karunia Allah kepada mereka, dan tidak ada hak sedikit pun bagi selain mereka.

Dan setelah mengadili para thoghut tersebut, ia membalas mereka semua, sehingga ia memerintahkan untuk membunuh dan memusnahkan setiap lima ratus orang secara bersama-sama, hingga akhirnya ia genap membunuh sebanyak 3000 penguasa Islam sepanjang sejarah. Hukuman ini terjadi di dunia sebelum kebangkitan terakhir mereka, kelak di hari kiamat. Kemudian setelah mereka semua mati serta binasa, terjadilah kebangkitan terbesar, kemudian manusia masuk surga atau neraka. Surga bagi keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan setiap orang yang berkeyakinan demikian ini tentang mereka dan neraka bagi setiap orang yang tidak termasuk kelompok Syi’ah.

Kaum Syi’ah menamakan penghidupan kembali, pengadilan dan pembalasan ini dengan sebutan “Ar Raj’ah”, dan hal ini merupakan bagian dari ideologi kaum Syi’ah yang tidak seorang Syi’ah pun yang meragukannya. Saya melihat sebagian orang yang berhati baik beranggapan bahwa ideologi semacam ini telah ditinggalkan oleh kaum Syi’ah akhir-akhir ini. Sudah barang tentu anggapan ini adalah salah besar dan menyelisihi realita, karena kaum Syi’ah sejak dinasti As Shafawiyyah hingga sekarang lebih ekstrem dalam meyakini ideologi-ideologi ini dibanding generasi sebelumnya. Mereka saat ini terbagi menjadi dua kelompok: orang-orang yang meyakini ideologi-ideologi tersebut dengan utuh dan orang-orang yang berpendidikan modern sehingga mereka menyeleweng dari berbagai khurofat ini kepada paham komunis. Penganut paham komunis di Irak dan Partai Tawaddah (Partai Kasih Sayang) di Iran, anggotanya ialah kaum Syi’ah yang telah menyadari kesalahan berbagai dongeng palsu mereka, sehingga mereka menganut paham komunis setelah sebelumnya menganut ajaran Syi’ah!!! Di masyarakat mereka tidak ada kelompok atau partai yang moderat, kecuali orang-orang yang menerapkan ajaran taqiyyah guna mencapai tujuan kelompok atau diplomasi atau partai atau pribadi, padahal ia menyembunyikan selain dari yang ia nampakkan.

Dipetik dari:

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ?

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib

Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA

http:dear.to/abusalma

SIAPAKAH AL-QAIM AL-MAHDI YANG DITUNGGU SYIAH RAFIDAH?

Oleh: Muhammad Asrie bin Sobri

suriaMelihat kepada keadaan akhir-akhir ini, pihak Syiah semakin berani mempergunakan isu Gaza untuk menjerusmuskan manusia kepada akidah kufur mereka. Syiah Rafidah melalui kerajaannya, Iran, cuba menunjukkan bahawa mereka adalah pembela rakyat Gaza dan mereka cuba membuat manusia lupa bahawa mereka pernah menyokong Parti Amal Syiah Lubnan membunuh orang-orang sunnah Palestin di kem pelarian Shabra dan Shatilla pada tahun 1985 yang terkenal dengan Perang Perkhemahan atau War of Camps.

Syiah Imamiah Rafidah percaya bahawa Imam mereka yang ke-12, al-Mahdi al-Muntazar akan muncul di akhir zaman. Ahli Sunnah wal Jamaah juga percaya akan kemunculan al-Mahdi, tetapi Ahli Sunnah wal Jamaah tidak menetapkan siapakah al-Mahdi itu kecuali ada hadis sahih riwayat Abu Daud, Nabi s.a.w menyatakan bahawa al-Mahdi itu bernama Muhammad bin Abdullah daripada keturunan Saidatina Fatimah r.a.

Adapun Syiah, al-Mahdi mereka bernama Muhammad bin al-Hasan al-Askari, anak kepada Imam mereka yang ke-11, al-Hasan bin Ali al-Askari. Al-Mahdi mereka ini telah dilahirkan dan ghaib kemudian akan muncul semula di akhir zaman. [Aqaed al-Imamiah, Nasir Makarim al-Syirazi, Bab 52]. Mereka percaya al-Mahdi ini telahg dilahirkan semenjak 15 Syaaban 255 H. [Raudatul Waizin, 266].

Oleh itu, kita telah menjawab persoalan utama, al-Mahdi Syiah bukanlah al-Mahdi yang dijanjikan Rasulullah s.a.w yang akan memenuhi keadilan di muka bumi ini.

Apakah Pula Tugas al-Mahdi Syiah?

 Apabila kita mengetahui al-Mahdi Syiah bukanlah al-Mahdi yang dijanjikan Rasulullah s.a.w, maka tentulah tugasnya juga berbeza dengan tugas al-Mahdi Islam yang akan menyebarkan Sunnah dan akidah salafiah di muka bumi ini.

Maka tugas al-Mahdi Syiah adalah sebagai berikut :

1- Berhukum dengan hukum Nabi Daud a.s dan Nabi Sulaiman a.s. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab mereka yang paling sahih, Usul al-Kafi :

إِذَا قَامَ قَائِمُ آلِ مُحَمَّدٍ ( صلى الله عليه وآله ) حَكَمَ بِحُكْمِ دَاوُدَ وَ سُلَيْمَانَ لَا يَسْأَلُ بَيِّنَةً

Maksudnya : “Apabila datang al-Qaim (al-Mahdi) daripada Ahli keluarga Muhammad s.a.w dia akan berhukum dengan hukum Daud dan Sulaiman serta tidak perlukan bukti” [al-Kafi, m.s 397].

Tahukah anda apa maknanya ‘berhukum dengan hukum Daud dan Sulaiman’? Maksudnya berhukum dengan Taurat dan Zabur bukan dengan al-Qur’an sekaligus bermakna al-Mahdi Syiah akan mengikut Syariat Yahudi!!

2- Menghukum Ummul Mukminin Saidatina Aisyah r.a, isteri Rasulullah s.a.w dengan hukuman zina!! Ini jelas menunjukkan Syiah Rafidah menuduh Aisyah r.a berzina, mereka menolak mentah-mentah al-Qur’an yang menyatakan Aisyah r.a adalah wanita suci. Ini jelas dalam kitab hadis utama mereka Biharul Anwar :

أما لو قام قائمنا لقد ردت إليه الحميراء حتى يجلدها الحد ، وحتى ينتقم لابنة محمد فاطمة عليها السلام منها

Maksudnya : “Adapun apabila datang al-Qaim kita, maka dikembalikan padanya al-Humaira’ (dihidupkan semula Aisyah r.a untuk al-Mahdi mereka) sehingga dia menyebatnya sebagai hukuman had (zina) dan membalas dendam bagi pihak anak perempuan Muhammad s.a.w, Fatimah a.s daripadnya” [Biharul Anwar, 22/242, Bab Keadaan Asiyah dan Hafsah].

Tahukah anda bahawa menuduh Ummul Mukminin Asiyah r.a dengan zina adalah kufur dan kekufuran orang menuduh Aisyah r.a berzina sama seperti kufurnya Abdullah bin Ubai bin Salul al-Munafiq?!Allah s.w.t berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Maksudnya : “Sesungguhnya orang-orang yang suka terhebah tuduhan-tuduhan yang buruk dalam kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat; dan (ingatlah) Allah mengetahui (segala perkara) sedang kamu tidak mengetahui (yang demikian)”. [al-Nur : 19]

Ayat ini Allah s.w.t turunkan berkenaan peristiwa fitnah kaum munafiqin bahawa Aisyah r.a berzina. Imam Mujahid r.h menyatakan maksud : “Orang-porang yang suka mengehebah tuduhan zina” adalah “Mereka yang menuduh Aisyah r.a berzina dan menyebarkannya”. [al-Tabari, 19/134].

3- Al-Mahdi Syiah akan mengeluarkan mayat Abu Bakar al-Siddiq r.a dan Umar bin al-Khattab r.a daripada kubur keduanya dan menyalib mayat keduanya. Ini terbukti dalam kitab Biharul Anwar menisbahkan riwayat dustanya kepada Abu Abdillah (Jaafar al-Sadiq r.h)  :

قال المفضل : يا سيدي ثم يسير المهدي إلى أين ؟ قال عليه السلام : إلى مدينة جدي رسول الله صلى الله عليه وآله ، فإذا وردها كان فه فيها مقام عجيب يظهر فيه سرور المؤمنين وخزي الكافرين .قال المفضل : يا سيدي ماهو ذاك ؟ قال : يرد إلى قبر جده صلى الله عليه وآله فيقول : يامعاشر الخلائق ، هذا قبر جدي رسول الله صلى الله عليه وآله ؟ فيقولون : نعم يا مهدي آل محمد فيقول : ومن معه في القبر ؟ فيقولون : صاحباه وضجيعاه أبوبكر وعمر ، فيقول وهو أعلم بهما والخلائق كلهم جميعا يسمعون : من أبوبكر وعمر ؟ وكيف دفنا من بين الخلق مع جدي رسول الله صلى الله عليه وآله ، وعسى المدفون غيرهما .فيقول الناس : يا مهدي آل محمد صلى الله عليه وآله ما ههنا غيرهما إنهما دفنا معه لانهما خليفتا رسول الله صلى الله عليه وآله وأبوا زوجتيه ، فيقول للخلق بعد ثلاث : أخرجوهما من قبريهما ، فيخرجان غضين طريين لم يتغير خلقهما ، ولم يشحب لونهما فيقول : هل فيكم من يعرفهما ؟ فيقولون : نعرفهما بالصفة وليس ضجيعا جدك غيرهما ، فيقول : هل فيكم أحد يقول غير هذا أو يشك فيهما ؟ فيقولن : لا فيؤخر إخراجهما ثلاثة ايام ، ثم ينتشر الخبر في الناس ويحضر المهدي ويكشف الجدران عن القرين ، ويقول للنقباء : ابحثوا عنهما وانبشوهما .فيبحثون بأيديهم حتى يصلون إليهما .فيخرجان غضين طريين كصورتهما فيكشف عنهما أكفانهما ويأمر برفعهما على دوحة يابسة نخرة فيصلبهما عليها ، فتحيى الشجرة وتورق ويطول فرعها

Ertinya : “Berkata al-Mufaddal (perawi) : Wahai tuanku (Abu Abdillah), kemudian al-Mahdi akan bergerak ke mana? Kata Abu Abdillah : Dia akan bergerak ke Bandar (Madinah) datukku, Rasulullah s.a.w , apabila dia tiba di sana, berlaku kejadian yang ajaib, terzahir kegembiraan kaum mukminin (Syiah) dan kejelekan kafir (Sunni). Kata al-Mufaddal: Wahai tuanku, apakah kejadian itu? Jawab Abu Abdillah: Dia akan pergi ke kubur datuknya s.a.w lalu bertanya : Wahai sekalian manusia, adakah ini kubur datukku Rasulullah s.a.w? Jawab mereka: Ya, wahai Mahdi keluarga Muhammad. Dia bertanya lagi : Siapakah yang ditanam bersama baginda? Jawab manusia: Sahabat baginda Abu Bakar dan Umar. Dia kemudian berkata sedangkan dai lebih mengetahui dan para manusia mendengar ucapannya: Siapakah Abu Bakar dan Umar? Bagimanakah mereka boleh ditanam bersama datukku? Mungkin dua kubur ini milik orang lain. Kata manusia: Wahai Mahdi keluarga Muhammad s.a.w, tiadalah rahu lagi ini kubur kedua mereka dan ditanam mereka di sini kerana mereka berdua adalah khalifah Rasulullah s.a.w dan bapa kepada dua isteri baginda. Lalu dia berkata kepada manusia: Keluarkan keduanya daripada kubur. Lalu mereka mengeluarkan mayat keduanya dan mayat itu masih sempurna. Al-Mahdi bertanya: Adakah antara kamu yang mengenali keduanya? Jawab manusia: Kami mengenali keduanya melalui sifat mereka dan tidak ada yang ditanam bersama datukmu kecuali dua orang ini. Alp-Mahdi bertanya lagi: Adakah antara kamu yang berpendapat selain ini atau syak akan hal ini? Lalu mereka menjawab dengan pasti: Tidak. Kemudian ditannguhkan pengeluaran mayat keduanya selama tiga hari dan berita itu tersebar antara manusia. Kemudian al-Mahdi datang (ke kubur) lalu merobohkan dinding kubur keduanya dan berkata kepada naqib-naqibnya: Cari mayat keduanya dan korek daripada kuburnya. Mereka pun melakukannya dan mengeluarkan mayat keduanya dalam keadaan masih elok lalu disingkap kain kafan kedua mayat itu lalu al-Mahdi menyuruh supaya dua mayat itu disalib di atas sebatang pokok yang kering lalu pokok itu menjadi hidup”. [Biharul Anwar, jil. 53].

Jelas Syiah Rafidah sangat berdendam kepada Abu Bakar al-Siddiq r.a dan Umar al-Faruq r.a sedangkan keduanya adalah sahabat yang paling mulia dan disahkan sendiri oleh Rasulullah s.a.w bahawa keduanya adalah ahli syurga.

Nabi s.a.w bersabda:

أبو بكر في الجنة , وعمر في الجنة

Maksudnya: Abu Bakar dalam Syurga, Umar dalam Syurga…” [Abu Daud, al-Nasai, Ibn Majah, Ahmad]

 

4- Membunuh orang-orang Arab. Ini dijelaskan dalam kitab al-Anwar al-Nukmaniah :

ما بقي بيننا وبين العرب إلا الذبح

Maksudnya : “Tidak ada lagi yang tinggal antara kita dengan Arab kecuali penyembelihan” [al-Anwar al-Nukmaniah, 52/349].

Disandarkan juga riwayat kepada Abu Abdillah oleh Syiah:

اتق العرب فإن لهم خبر سوء أما إنه لا يخرج مع القائم منهم واحد

Maksudnya: “Jaga-jagalah dengan orang Arab kerana mereka mempunyai khabar buruk, tidak akan ada seorang pun daripada mereka akan mengikut al-Qaim (al-Mahdi Syiah)”. [al-Ghaibah lil Thusi, 476, Biharul Anwar, 52/333, Isbatul Hudah, 3/517,Bisyaratul Islam, 197].

Jelas menunjukkan bahawa Syiah bukan sahaja mazhab sesat tetapi juga mazhab taifi (kepuakan) yang taksub kepada bangsa Farsi. Ajaran Syiah ini mirip sekali dengan agama Yahudi yang membenci selain kaum dan bangsa mereka.

5- Al-Mahdi Syiah akan merobohkan Kaabah. Hal ini sebagaiman yang dijelaskan dalam kitab mereka seperti Raudatul Waizin, al-Ghaibah li al-Tusi, al-Irsyad lil Mufid, Bihar alp-Anwar dan sebagainya:

إذا قام القائم هدم المسجد الحرام حتى يرده إلى أساسه وحول المقام إلى الموضع الذى كان فيه ، وقطع ايدى بنى شيبة وعقلها بالكعبة وقال : هؤلاء سراق الكعبة

Maksudnya: “Apabila datang al-Qaim, dia akan menghancurkan Masjidil Haram lalu dia mengembalikannya semula kepada asasnya dan meletakkan maqam di tempatnya semula lalu dia memotong tanganp-tangan Bani Syaibah dan menggantungnya di Kaabah dan berkata: “Mereka adalah pencuri Kaabah”.[Raudatul Waizin, m.s 264, al-Ghaibah, 472]

Syiah juga rupap-rupanya berdendam kepada Bani Syaibah yang sebenarnya telah dilantik oleh Rasulullah s.a.w sendiri sebagai Sidanah al-Kaabah (Pemegang Kunci Kaabah) dan mereka sampai hari ini terus menjalankan tugas tersebut. Telah sabit dalam riwayat Sirah Nabawiyah, apabila Nabi s.a.w membuka Makkah (Fathu Makkah), selesai baginda memecahkan segala berhala dan memberi pengampunan umum kepada penduduk Mekah, Nabi s.a.w memanggil Usman bin Talhah r.a, sahabat Nabi s.a.w yang mulia daripada Bani Syaibah, salah seorang Muhajirin, lalu baginda memberinya kunci Kaabah dan bersabda:

خُذُوْهَا يَا بَنِي طَلْحَةَ خَالِدَةً تَالِدَةً، لاَ يَنْزِعُهَا مِنْكُم إِلاَّ ظَالِمٌ

Maksudnya: “Ambil lah kunci ini wahai Bani Talhah selama-lamanya, tidak akan merampas kunci ini daripada kamui melainkan orang yang zalim” [al-Tabrani, sahih].

Jika sekadar mengambil kunci daripada Bani Syaibah pun Rasulullah s.a.w menyifatkannya sebagai zalim bagaimana pula mereka yang memotong tangan Bani Syaibah, membunuh mereka, dan memfitnah mereka?! Kebencian Syiah terhadap Bani Syaibah hanyalah kerana Bani Syaibah tidak mengikut agama mereka dan memilih akidah salafiah sebagai pegangan mereka.

Bagaimana Al-Mahdi Syiah akan muncul?

Al-Mahdi Syiah akan muncul dalam keadaan telanjang sebagaimana yang disebutkan oleh Baqir al-Majlisi daripada al-Thusi dan al-Nukmani bahawa antara alamat munculnya al-Mahdi dia akan menzahirkan dirinya di hadapan matahari dalam keadaan bogel. [Haqqul Yaqin, 347, Lihat: al-Wasyiah fi Kasyfi Syana’i Aqaid al-Syiah].

Penutup

Ini merupakan sebahagian daripada kejelekan dan kekarutan mazhab Syiah Rafidah dalam kepercayaan mereka terhadap Imam al-Mahdi. Al-Mahdi Syiah jauh berbeza dengan al-Mahdi Ahli Sunnah wal Jamaah. Al-Mahdi Ahli Sunnah akan datang membawa keamanan dan ketenteraman bukan untuk membalas dendam apatah lagi untuk menghina para Sahabat Rasulullah s.a.w yang telah banyak berjasa kepada Islam. Nabi s.a.w bersabda:

لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِى ، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ.

Maksudnya: “Janganlah kamu hina para sahabatku, kerana jika kamu bersedekah emas sebanyak gunung Uhud sekalipun tidak akan sama pahalanya dengan sedekah sahabatku sebanyak secupaka atau setengah dari itu” [al-Bukhari, Muslim].

 

Sumber :  http://bahayairan.wordpress.com/2009/01/19/siapakah-al-qaim-al-mahdi-yang-ditunggu-syiah-rafidah/