Yesus Bukan Tuhan, Yesus Hanya Seorang Utusan Allah Yang Esa.

Gambar Sepanduk  Dari Malaysikini

Gambar Sepanduk Dari Malaysikini

Hari ini ada berita dari Malaysiakini: Sepanduk “ Jesus Anak Allah “ Dikesan di PP. Kain rentang yang menunjukkan penggunaan kalimah Allah dalam konteks agama Kristian ditemui sekurang-kurangnya oleh dua gereja di Pulau Pinang hari ini. Ia bertulis “Allah is Great, Jesus is the son of Allah” (Allah Maha Besar, Jesus anak Allah).

Bagi aku sepanduk ini tambah mengundang perbalahan Islam – Kristian. Ia mungkin di buat oleh orang Kristian atau mungkin orang Islam sendiri. Siapapun yang membuatnya ia tetap bertujuan memanaskan suasana.

Berbalik kepada kandungan sepanduk, Jesus anak Allah, aku ingin menitipkan  firman Allah sendiri dan kandungan Bible sendiri, seperti di bawah:

Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Wahai Isa Ibni Mariam! Engkaukah yang berkata kepada manusia: Jadikanlah daku dan ibuku dua tuhan selain dari Allah? Nabi Isa menjawab: Maha Suci Engkau (wahai Tuhan)! Tidaklah layak bagiku mengatakan sesuatu yang aku tidak berhak (mengatakannya). Jika aku ada mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, sedang aku tidak mengetahui apa yang ada pada diriMu; kerana sesungguhnya Engkau jualah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib.”

QS Al Maidah 116

Apa pula yang tertulis di dalam Bible?

Markus 12:28-32

28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”

29. Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Yohanes 5:30

30. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Yohanes 17:3

3. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Soalnya, mengapa orang Kristian tidak mengikut apa yang ditulis didalam kitab mereka sendiri, bahawa Allah itu Esa atau Tunggal bukan tiga dan Yesus itu utusannya, bukan anaknya?

Apakata kalau suasana panas mengenai polimik Nama Allah dijadikan peluang untuk berdialog secara akedemik, membedah kitab Bible mengenai betulkah Yesus anak Allah atau baginda hanya seorang Utusan Allah? Bukakah itu lebih berfaedah? Ya, ini kerja orang Agamawan!

Advertisements

Anak Allah Bukanya Tuhan.

Dalam tradisi bani Israil atau Yahudi panggilan anak Allah bukanya mengambarkan Tuhan, sebaliknya adalah mengambarkan hamba Allah yang baik. Oleh itu Yesus atau Nabi Isa a.s bukanlah tuhan. Jika Anak Allah itu Tuhan, maka akan banyaklah Tuhan. Lihat petikan Al Kitab , Matius 5:9 berikut: Berbahagialah orang yang membawa damai, kerana mereka akan disebut ANAK-ANAK Allah.

Lihat Matius 5:9

Lihat Matius 5:9

Al Quran merakamkan:

” Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: “Allah beranak”. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.”   QS 37:151-152

Taurat dan Injil

QS 4 136

QS 4 136

QS 4:136
[Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan RasulNya, dan kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepada RasulNya (Muhammad, s.a.w), dan juga kepada Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan dahulu daripada itu. Dan sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat, maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh.]
Teruskan membaca

Pertentangan Fakta Bible: Siapa bapa Yusof, suami Maryam ibu kepada Yesus?

Siapa bapa Yusof, suami Maryam ibu kepada Yesus?

Jawapannya ada pada Perjanjian Baru , Luke 3:23 dan Matthew 1:16

 

Luke 3:23

Maka Yesus sendiri tatkala Ia mulai mengajar, umur-Nya sekira-kira tiga puluh tahun; maka pada sangka orang Ia itu anak Yusuf, anak Heli,

 

Matthew 1:16

dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maryam; ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.

 

Luke memberi jawapan bapa Yusof adalah Heli

Matthew pula  jawapan Bapa Yusof adalah Yakub.

 

Yang demikian Bible bukan firman tuhan, tidak mungkin Tuhan silap didalam firmannya.

Seminar The Five Gospels: Mencari Ucapan Asli Dari Yesus

Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang bernama “The Five Gospels” diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Fiue Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).##

Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus, dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepa­kati, yaitu merah (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).

Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :

Option 1

** Red   : I would include this item unequivocally in the database for determining who Jesus was.

** Pink : I would include this item with reservations (or modifications) in the database.

** Gray : I would not include this item in the database, but I might make use of some of the content in determining who Jesus was.

** Black : I would not include this item in the primary database.

 

Option 2

** Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.

** Pink : Jesus probably said something like this.

** Gray : Jesus did not say this, but they     ideas contained in it are close to his own.

** Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or content of a later or different tradtion.

 

Option 3

** Red   : That`s Jesus !

** Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.

** Black : There`s been some mistake.

 

Dari hasil seminar, ternyata Injil Yoha­nes pasal 1 ayat 1 & 14 tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED, PINK, GRAY & BLACK.

Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :

 

“Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar.”

 

“Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus.”

 

Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benar­benar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.

Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.

Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.

Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:

 

RED      : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.

PINK      : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.

GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.

BLACK : (Jesus did not say this There’s been some mistake!) selebihnya bukan ucaan Yesus!

 

Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099 kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.

 

Dipetik daripada buku :

Mustahil Kristen Bisa Menjawab   Oleh : H. Insan LS Mokoginta

Tefbitan 1 : November 2005

Penerbit : Yavasan Birrul Walidain Cimanggis Depok

______________________

Nota: ##

About the Book

* Did Jesus claim to be the Messiah?
* Did he promise to return and usher in a new age?
* How did Jesus envision the kingdom of God?
* Did he commission his disciples to convert the world and establish a church?

“The Five Gospels” answers these questions in a bold, dynamic work that will startle traditional readers of the Bible and rekindle interest in it among secular skeptics. In 1985 the Jesus Seminar, a distinguished group of biblical scholars led by Robert W. Funk and John Dominic Crossan (co-chairs), embarked on a new assessment of the gospels, including the recently discovered Gospel of Thomas. In pursuit of the historical Jesus, they used their collective expertise to determine the authenticity of the more than 1,500 sayings attributed to him. Their remarkable findings appear in this book.

Each saying attributed to Jesus is color-coded and presented in a completely new translation of the Greek and Coptic texts. In the judgment of the Jesus Seminar:

* only those sayings that appear in red type are considered by the Seminar to be close to what Jesus actually said;

* the words in pink less certainly originated with Jesus;

* the words in gray are not his, though they contain ideas that are close to his own;

* the sayings that appear in black have been embellished or created by his followers, or borrowed from common lore.

According to the Seminar, no more than 20 percent of the sayings attributed to Jesus were uttered by him.

This book contains illuminating commentary and notes on the text of the gospels and rigorously explores the historical and literary factors behind the Seminar’s findings. The enlightening introduction by Robert W.Funk, founder of the Jesus Seminar, sums up two hundred years of gospel scholarship and provides a rare insight into the workings of the Seminar. “The Five Gospels” is a major work of biblical scholarship that gives new dimensions to the historical Jesus.

Bible: Tuhan Yesus Diuji Oleh Iblis?

Ketika membelek-belek bible terjumpa ungkapan ini:

“Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper­lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada­Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)

Apakah tuhan Yesus boleh di uji oleh Iblis? Ini soalan yang sungguh lawak! Ia menjadi jenaka jika Yesus itu Tuhan. Tetapi jika bukan tuhan, biasalah Yesus di uji oleh Iblis.

Yang nyatanya Yesus bukan Tuhan, kerana ia berkata kepada Iblis:

Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

Di dalam al Quran Surah Ali Imran, Allah menceritakan maksudnya:

45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

46. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.” 

47. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. 

48. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.

49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. 

50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 

51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” 

Sesungguhnya Isa a.s atau Yesus a.s tidak mengatakan ia Tuhan sebaliknya ia mengajarkan “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Menyamakan Yesus a.s dengan  Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab  Yesus ataupun Allah, tidak mengatakan seperti itu. Di dalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyegutukan Allah dengan yang lainnya.  Perhatikan ayat Bible  berikut:
“Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)

Bible: Allah itu Esa Bukan Tiga Dalam Satu Atau Satu Dalam Tiga

 

Surah al Ikhlas

1.Lanjutan beberapa artikal di blog saya menyentuh soal Kristian, seorang sahabat Kristian saya lalu berhujah tentang Triniti. Maka saya bertanya beliau apa halnya ayat-ayat Bible mengenai ke Esaan Allah. Memang saya berjumpa di dalam Bible mengatakan kesatuan Yesus bersama Allah, seperti  Perjanjian Baru, John 10:30 ,  Aku dan Bapa itu Satu adanya.“.

2. Maka saya berkata, itu adalah pertentangan fakta didalam Bible. Kerana itu tidak mungkin Bible adalah firman Tuhan!

3. Berikut ini saya kutip teks bible mengenai ke Esaan Allah:

 

Perjanjian Lama, Deuteronomy 4:35

35 Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang esa tiadalah yang lain lagi.

Perjanjian Lama, Deuteronomy 6:4

4 Dengarlah olehmu, hai Israel! sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya.

Perjanjian Baru, John  17:3 

Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.

Perjanjian Baru , Mark 12:29-32

29 Maka jawab Yesus kepadanya, “Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israel, adapun Allah Tuhan kita, Ialah Tuhan yang Esa;

30 maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu.

31 Dan yang kedua inilah: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Maka tiadalah hukum lain, yang lebih besar daripada kedua hukum ini.”

32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada-Nya, “Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah;

 

4. Tek Bible tersebut seiras dengan maksud Firman Allah:

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.  Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.  QS 112: 1-4

Bila Yesus Di Lantik Menjadi Tuhan?

“SEJARAH PELANTIKAN YESUS SEBAGAI TUHAN”

Sumber:  http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=166419173386633

Sebelum abad ke IV para pemimpin Gereja disibukkan dengan bagaimana memformulasikan hubungan yang tepat antara Allah dan Yesus. Hubungan tersebut berkisar pada kedudukan Tuhan sebagai Bapak, dan Yesus sebagai Anak Tuhan. Atau hubungan antara Allah sebagai Tuhan yang Mulia, Baka dan Sempurna dengan Logos dari Allah sebagai perantara Tuhan dan manusia. Oleh karena itu sampai dengan awal abad ke IV para pemimpin Gereja umumnya masih berpendirian bahwa Tuhan Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah. Kalau pun Yesus sudah mulai dikultuskan, masih dalam koridor Anak Allah atau Logos, dan bukan Tuhan. Arius misalnya, hanya mengakui Bapa (Allah) sebagai satu-satunya Tuhan, dan menganggap Yesus sebagai makhluk. Keadaan berubah secara drastis ketika Kaisar Romawi, Constantine, menyatakan masuk Kristen tahun 312 M. Masuknya Kaisar ini disambut dengan semangat yang berapi-api oleh umat Kristen saat itu. Kaisar menetapkan Kristen sebagai agama Kerajaan. Walaupun hal ini disambut dengan gembira, beberapa kalangan saat itu mengkhawatirkannya.

Jalan menuju Ketuhan Yesus tidaklah mulus, malah penuh dengan pertumpahan darah. Namun ajaran Trinitas dari agama Mesir dan Babilonia, yang kemudian diidealkan oleh Plato, yang kemudian dianut oleh para pemimpin Gereja, menyebabkan lahirnya bibit-bibit pendukung Trinitas dalam Gereja Kristen. Mereka inilah yang berjuang mati-matian memasukkan ajaran Trinitas kedalam Kristen yang dimulai dengan upaya mempertahankan Yesus. Salah seorang tokohnya adalah Athanasius.Ketika Constantine menjadi Kaisar Romawi, secara terbuka dia menyatakan diri sebagai pendukung Athanasius yang dianggapnya sesuai dengan latar belakang filsafat Yunani yang dia anut. Untuk menghabisi paham tauhid Arianisme, Kaisar menyarankan istilah “homoousios” yang pengertiannya adalah “Yesus satu zat denqan Allah”.

Athanasius dibesarkan di Mesir, daerah yang sangat subur ajaran Trinitasnya. Di Mesir penduduk menyembah tiga Tuhan dalam satu: Osiris, Isis dan Horus. Disamping itu, ajaran Filsafat Platonis dan Stoa juga berkembang pesat di Alexandria, dimana Athanasius tinggal mengidealkan Trinitas agama Mesir. Bagi Athanasius yang sudah terbiasa di alam tiga Tuhan, ajaran tauhid para pengikut Kristen saat itu dirasakannya sangat mengganggu. Oleh karena itu arus masuknya para penyembah berhala ke dalam Kristen serta didukung Kaisar Romawi untuk mengawinkan ajaran Kristen dengan ajaran penyembah berhala di kerajaan, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Athanasius untuk menghabisi ajaran tauhid yang masih bercokol di kalangan Kristen. Menurut filsafat Yunani, walaupun Tuhan sangat ingin menyelamatkan manusia, namun tidak mungkin langsung dapat melakukannya. Untuk menyelamatkan manusia, Tuhan menggunakan perantara yakni Logos. Karena pemimpin Gereja menginginkan Yesus sebagai Logos, sehingga Yesus selanjutnya harus menduduki posisi Logos. Inilah yang diperjuangkan oleh Athanasius agar Yesus menduduki posisi baru sebagai Logos penyembah berhala yang akan menjalankan fungsi Anak Tuhan dan Juru Selamat.

Allah tidak pernah mengangkat Yesus sebagai Tuhan, Sebenarnya yang mengangkat Yesus sebagai Tuhan adalah orang-orang Kristen di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). LAI melencengkan terjemahan “Kyrios” dan “Lord” dalam Injil.

Sekarang logikanya saja, untuk apa Allah membuat Tuhan???

Dalam agama Tauhid pernyataan ini tidak ada jawabannya. Tetapi bagi penyembah berhala Platonis dan Stoic, Tuhan yang mulia harus membuat Logos untuk menyelamatkan dunia yang berdosa.Dalam Alkitab dengan jelas dapat dibedakan. Kalau ayatnya mengatakan Allah Juruselamat kita, berarti itu adalah sisa-sisa yang masih terdapat dalam Alkitab. Tetapi kalau ayatnya mengatakan Yesus Juru selamat kita berarti ajaran penyembah berhala telah merasuk dalam Alkitab.

Pada saat Lembaga Alkitab Internasiaonal menerjemahkan Alkitab bahsa Yunani kedalam bahasa Inggris, kata “Kyrios” yang berarti “Tuan/Boss” diterjemahkan menjadi “Lord” atau “Sir” yang juga berarti “Tuan/Boss”.

Misalnya :Land Lord = Tuan TanahDrug Lord = Tuan/Boss Obat terlarangGambling Lord = Tuan/Boss JudiLord of the Universe = Tuan Alam Semesta (Tuhan).

Namun Lembaga Alkitab Indonesia bukannya menerjemahkan “Kyrios” dan “Lord” sebagai “Tuan” tetapi “Tuhan”. Memang untuk ini, LAI tidak perlu bekerja membanting tulang. Cukup dengan membubuhkan huruf “h” di tengah¬tengah kata “Tuan” maka sim salabim, seorang makhluk dalam sekejap berubah menjadi Khalik (Pencipta). Dengan cara ini Lembaga Alkitab Indonesia dengan sengaja telah merubah Yesus “Tuan/Pemimpin umat Israel menjadi “Tuhan yang olehnya segala sesuatu telah dijadikan”, persis seperti Logos penyembah berhala Platonis. Terjemahan yang dipaksakan ini akhirnya menjadi janggal di telinga mereka yang mendengarnya. Apalagi ketika kata “Tuhan” diterapkan kembali ke pasangan kata seperti diatas, maka artinya menjadi lain.Land Lord tentu sudah tidak sama dengan Tuhan Tanah. Gambling Lord tentu sudah tidak sama dengan Tuhan Judi.Kalau Lord of the Universe dapat saja berarti Tuan atau Tuhan, karena Tuan semesta alam adalah Tuhan. Disinilah letak ketidak-jujuran Lembaga Alkitab Indonesia dalam menerjemahkan Alkitab dengan benar.Sebagaimana diketahui, kata Tuan digunakan untuk manusia, terkecuali Tuan semesta alam adalah Tuhan. Tetapi kata “Tuhan” sudah jelas tidak digunakan untuk manusia, terkecuali bagi para penyembah berhala.Peratikanlah kejanggalan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia atas kata “Kyrios” dan “Lord” yang diterjemahkan sebagai Tuhan.”Tuhan, Enqkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam…” (Yohanes 4:11)”Tuhan, nyata sekarang padaku bahwa Engkau seorang Nabi” (Yohanes 4:19) “Siapakah Engkau, Tuhan?” (Kis. 9:5)Coba bayangkan, untuk apa timba bagi Tuhan? Yang perlu timba hanyalah manusia! Selanjutnya, dari mana perempuan Samaria tahu bahwa yang perlu timba dihadapannya adalah Tuhan Penguasa Alam Semesta? Sungguh aneh, untuk “memberi makan 5.000 orang” Tuhan mampu, sementara untuk memperoleh seteguk air saja, Tuhan harus menunggu diberi timba.

Perhatikanlah ayat berikut ini (Yohanes 4:11) dalam teks bahsa Inggris di berbagai versi Alkitab :

1. “Sir,” the woman said,’you haven’t qot a bucket…”(Good News Bible, 1976)

2. “The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with…”(Holy Bible Authorized King James Version)

3. “Sir” she challenger him, “You do not have bucket…”(The New Testament of the New American Bible, 1970)

4. “She said to him: “Sir, you have not even a bucket…”(The Kingdom Interlinear Translation of The Greek Scroptures, 1985)

5. “The woman said to Him, “Sir, you have nothing to draw with,…”(New Tastament, Psalms, Proverbs, 1982)

6. “The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with…”(The First Scofield Reference Bible, 1986)

Dari ayat-ayat yang dikutip dari berbagai versi Alkitab bahasa Inggris diatas, nyata dan jelas bahwa penggunaan kata Sir adalah identik dengan kata Lord yang artinya Tuan, bukan Tuhan (God)!Perlu disadari bahwa tidak ada satu pun kamus bahasa inggris di muka bumi ini yang menerjemahkan kata “Sir” sabagai “Tuhan”!

Dalam Yohanes 4:19, perempuan Samaria tersebut menyebut Tuhan sebagai orang yang artinya menyamakan Tuhan Pencipta (Khalik) dengan yang dicipta (makhluk). Padahal dalam berbagai versi Alkitab berbahasa Inggris Yesus dalam ayat ini disapa dengan Sir atau Tuan, bukan Tuhan!Yang lebih aneh lagi adalah pertanyaan Paulus dalam Kis.95. “Siapa Engkau, Tuhan?”. Kalau Paulus benar-benar bertanya demikian, kita tentu wajar mempertanyakan: Apakah Paulus sudah pikun atau tidak waras?”. Lucu amat Paulus sebagai pendiri agama Kristen tidak tahu dan masih bertanya siapa Tuhannya. Ini sungguh keterlaluan!

Tetapi kalau kata “Kyrios” atau “Lord” diterjemahkan dengan kata “Tuan”, kan enak dan pas dibaca.”Tuan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam…” (Yohanes 4:11)”Tuan, nyata sekaranq padaku bahwa Engkau seoranq Nabi” (Yohanes 4:19)”Siapakah Engkau, Tuan?” (Kis. 9:5)Camkanlah istilah tepat yang digunakan Yesus untuk dirinya sendiri.”Janqanlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias (Yesus)” (Matius 23:10)

Kalau memang Yesus adalah Tuhan tentu beliau akan berkata: “Janganlah pula kamu disebut Tuhan, karena hanya satu Tuhanmu yaitu diriku (Yesus)”Oleh karena itu sangat menyedihkan betapa tokoh besar seperti Hamran Ambrie bisa keliru dan disesatkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Padahal maksud ayat tersebut adalah: “Allah menjadikan Yesus sebagai tuan/pemimpin dan rasul untuk Bani Israil.

Lalu Kapan S. K. Ketuhan Yesus ditetapkan, dan oleh siapa?

S.K. Ketuhan Yesus ditetapkan pada konsili (muktamar)  di Nicea tanggal 20 Mei 325M. Kaisar Romawi Constantine, menghimpun 220 uskup di Nicea tahun 325. Sebagian besar mereka berasal dari Gereja bagian Timur yang mendukung Athanasius. Kosili memutuskan mengutuk paham tauhid Arius dan mengumumkan kredo (creed) anti Arian yang dikenal dengan nama “the Creed of Nicea”. Dalam konsili inilah diterbitkan S.K. Ketuhan Yesus dan sejak saat itu Yesus diresmikan sebagai Tuhan, malah sekaligus ditetapkan sebagai Tuhan yang sesungguhnya (true God), 300 tahun setelah Yesus tiada. Dalam konsili inilah Kaisar Romawi menetapkan bahwa Yesus satu zat dengan Allah (Homoousios).

“He (Jesus) is God from God, Light from Light and true God from true God”(Dia (Yesus) adalah Tuhan yang berasal dari Tuhan, Cahaya yang berasal dari Cahaya, dan Tuhan Sesungguhnya yang berasal dari Tuhan yang sesungguhnya)

Sejak saat itulah Tuhan menjadi dua yakni Tuhan Allah dan Tuhan Yesus yang harus dipercayai bahwa keduanya bersatu padu dalam satu zat (homoousios) sebagaimana yang diputuskan oleh Kaisar Romawi.

Apakah ada ketetapan resmi untuk menyembah Yesus sebelum abad ke IV?Belum ada! Dalam kitab “Shepherd of Hermes” nama Yesus sama sekali tidak disebut-sebut.• “First of all( belive that God is one, who hs made all thing, bringing them out of nothing into being”.(Pertama-tama percayalah bahwa Tuhan itu Esa, yang menciptakan segala makhluk, dari tidak ada menjadi ada)Selanjutnya dalam Apostle Creed yang menurut Gereja ditulis oleh para rasul diperkirakan ditulis pada akhir abad ke II, ada menyebut nama Yesus, tetapi bukan sebagai Tuhan yang disembah.

“And in Jesus Christ, his onl y Son, our Lord…”(Dan di dalam Yesus Kristus, anaknya yang tunggal, tuan kita)

Kredo ini telah mengalami beberapa kali tambahan dan perubahan sepanjang abad ke IV dan ke V untuk disesuaikan dengan perkembangan ajaran kristen.Kesulitan apakah yang dihadapi Gereja sehingga dibutuhkan waktu sekian ratus tahun untuk mengangkat status Yesus dari sekedar Nabi menjadi “Tuhan penguasa alam semesta”?

Pertama, di abad pertama perkembangan agama Kristen, persoalan yang cukup berat muncul di permukaan. Bagaimana caranya agar Tuhan Filsafat Yunani yang Mulia, dan sempurna, dapat menyelamatkan manusia yang berdosa dan tidak sempurna. Untuk mengatasi hal ini, logos filsafat Yunani digunakan sebagai perantara Tuhan dan manusia. Beberapa ahli pikir Yunani yang memeluk agama kristen memandang Yesus sebagai Logos filsafat Yunani (Frost, 1989).”Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita…” (Yohanes 1:14)”…Kristus Yesus yanq walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah, itu sebaqai milik yanq harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seoranq hamba dan menjadi sama denqan manusia” (Filipi 2:5-7)Tetapi karena Logos bukan Tuhan sehingga otomatis Yesus pun bukan Tuhan.

Kedua, ketika Gereja mulai berusaha mengangkat status Yesus menjadi Tuhan, problem lain tampil ke permukaan. Bagaimana caranya mengangkat status Logos yang lebih rendah dari Tuhan ini menjadi setara dengan Tuhan. Untuk mengatasi hal ini, Gereja memperkenalkan ide Logos (Firman) adalah Tuhan Allah.”Pada mulanya adalah Firman Logos Firman Logos itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman Logos itu adalah (dari) Allah. la Logos pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia Logos dan tanpa Dia (Logos) tidak ada sesuatu pun yanq telah jadi dari seqala yanq telah dijadiakan” (Yohanes 1:1-3)Paham penyembah berhala ini digunakan sebagai senjata pamungkas oleh para penginjil (Termasuk Hamran Ambrie) untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan dengan menempatkan Yesus sebagai Logos penyembah berahala. Dengan demikian, tuhan Allah (yang “katanya” adalah Logos) yang berada di sorga sudah turun ke bumi mengambil bentuk manusia dalam diri Yesus.Dalam buku “Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal”, hal 94, Hamran Ambrie mengatakan:”Dulu wahyu melalui mimpi etc. disebut Firman, tetapi kemudian (setelah ajaran Kristen dicemari filsafat Yunani), Firman itu sendiri menjadi daging kehiduopan melalui kelahiran seorang manusia Maria, maka penyebutan firman itu pun berubah menjadi “Anak Allah”.Catatan : tambahan dalam kurung dimaksudnya untuk memperjelas.Konsep penyembahan berhala sudah ranum ini, akhirnya tersaji dalam SK Ketuhanan Yesus yang disponsori bersama oleh Kaisar Romawi, Constantine dan para pemimpin Gereja pada Konsili di Nicea 20 Mei 325 M.

( Youtube ini dan sesiri dengannya ada kaitan: )

Dapatkah kita menganggap the Creed of Nicea sebagai formulasi dan definisi Trinitas?Tidak! Karena Konsili tidak pernah menganggap Roh Kudus sebagai Tuhan atau sesuatu yang harus disembah. Dalam konsili tersebut tidak pernah dibahas tentang Roh Kudus. Nanti belakangan, Gereja kemudian menambahkan kalimat tentang Roh Kudus dalam kredo tersebut (Karen Armstrom 1993). “And in the holy Spirit” (Dan dalam Roh Kudus).

Lalu siapa yang pertama memberikan perhatian serius terhadap status Roh Kodus?

Athanasius! Sampai dengan pertengahan abad ke IV perhatian Gereja dicurahkan pada bagaimana bentuk dan corak hubungan antara Bapa (Tuhan) dan Anak (Yesus). Kalimat yang baru ditambahkan dalam Kredo: dan dalam Roh Kudus, memperlihatkan betapa kecilnya perhatian yang diberikan terhadap status Roh Kudus. Dalam tulisannya “Oration Aqainst the Arians 2:24, 33”, athanasius mempromosikan ketuhanan Yesus tanpa menyinggung-nyinggung Roh Kudus. Selanjutnya pada suratnya kepada Serapion berubahlah dia berbicara tentang status Roh Kudus.

S.K. untuk menyembah Roh Kudus di tetapkan?Pada Konsili di Konstantinople yang didelenggarakan dari bulan Mei s/d Juli 381M. Konsili ini dapat dikatakan Konsili para pemimpin Capadocian yang mendukung Trinitas. Gregory dari Nazianzus (329-389M), yang merupakan tokoh Capadocian memperkenalkan formula Trinitas dalam bukunya “Five Theological Oration”, hal. 39:

“…. Godhead is one in three and the three are one…. “(Kesatuan Tuhan itu adalah satu dalam tiga dan ketiganya adalah satu)Dia memainkan peranan penting dalam menggolkan ajaran Trinitas dalam konsili. Kaisar Theodorius yang merupakan pendukung Ketuhanan Yesus ingin sekaligus menghabisi paham Tauhid Arius. Dalam konsili inilah untuk pertama kali dinyatakan bahwa Roh Kudus harus disembah.

“And in the Holy Spirit, the Lord and life giver, who proceeds from the Father. Toqether with the Father and the son he is worshipped and glorified”.(Dan dalam Roh Kudus, Tuan dan pemberi hidup, yang datang dari bapa. Bersama dengan Bapa dan Anak dia disembah dan dimuliakan).

Jadi, apakah Konsili di Constantinople memutuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan?Tidak! Walaupun dalam Konsili ini Roh Kudus dinyatakan sebagai obyek yang disembah, tetapi belum dinyatakan sebagai Tuhan.

Konsili ini juga dihadiri oleh 36 Uskup Macedonia yang menentang keras segala bentuk penyenbahan terhadap Roh Kudus. Mereka berpendirian bahwa Roh Kudus hanyalah makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu dia bukan Tuhan, sehingga tidak perlu disembah. Namun karena para uskup Capadocia jumlahnya lebih banyak sehingga para uskup Macedonia kalah. Dalam penentuan apakah Roh Kudus adalah Tuhan atau tidak, bantahan mereka masih didengar. Namun ketika para uskup Capadocia ngotot untuk menyembah Roh Kudus, akhirnya para uskup Macedonia menyerah dan meninggalkan ruangan konsili (walk out).Lalu kapan ide lengkap tentang Trinitas pertama kali dijelaskan oleh Athanasius?

Antara tahun 359-360M ketika Athanasius didesak untuk menghadapi kelompok Tropici dari Mesir yang mengajarkan bahwa Roh Kudus hanya sekedar makhluk yang diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Uskup mereka, Serapion, yang tidak mampu menghadapi mereka meminta tolong pada Athanasius. Dalam suratnya “Letter to Serapion”, Atahnasius untuk pertama kalinya menjelaskan secara detail tentang Teologi Trinitas.

Apakah Athanasian Creed merupakan formulasi yang ditampilkan oleh Athanasius kepada Serapion?Tidak! Athanasian Creed bukanlah sebuah kredo dan juga tidak ditulis oleh Athanasius. Gereja yang tidak tahu siapa penulis Athanasian Creed, menganggapnya di tulis oleh Athanasius hanya karena dia dianggap sebagai pencipta ajaran Trinitas.

Athanasian Creed yang diperkirakan ditulis pada abad ke VI menetapkan sesuatu yang dapat dianggap sebagai formulasi dan fefinisi akhir dari Trinitas. Ketetapan penting yang tercantum dalam Kredo ini adalah diumumkannya S.K. Ketuhanan Roh Kudus.

“Thus the Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God. Yet there are not three God but only one God”.(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan. Namun bukan tiga Tuhan tetapi hanya satu Tuhan.)

Yesus sama sekali tidak dapat menerima mereka yang menyembahnya, dengan mengikuti ajaran penyembah berhala yang di ajarkan manuasia (Plato dan Zeno). Sementara Yesus sendiri mengajarkan pada umat Israel untuk hanya menyembah Allah.

“Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaku. Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan a jaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” (Matius 15:8-9)Berbagai kredo yang dihasilkan oleh konsili bukan merupakan penjelasan atau konfirmasi dari Allah atau Yesus tentang siapa Tuhan sebenarnya, melainkan sekedar pertarungan antar pendapat yang selalu dimenangkan oleh kelompok yang didukung Kaisar. Hal ini dijelaskan oleh Uskup John Shelby Spong dalam bukunya: Why Christian must Change or Die, 1998, hal 18.

“The purpose of every written creed historically was not to clari f y the truth o f God. It was, rather, to rule out some contending point o f view.”(Tujuan dari setiap kredo (yang dihasilkan di setiap konsili) bukan untuk menjelaskan siapa sesungguhnya Tuhan, tetapi sekedar untuk menyingkirkan pendapat yang tidak sejalan (dengan yang dianut Kerajaan dan Gereja)

Oleh karena itu Yesus tidak punya urusan dengan ajaran maupun definisi Trinitas sebagaimana yang dianut oleh umat Kristiani saat ini. Yesus tidak pernah mengajarkan Trinitas kepada murid-muridnya, apalagi bermimpi bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas. Hal ini ditegaskan oleh A.N.Wilson dalam bukunya Jesus A Live, 1992, hal XIV:

“I had to admin that I found it impossible to believe that a f irst century Galilean holy man (Jesus) had at any time o f his li f e believed himsel f to be the Second Person o f the Trini ty. “(Saya harus mengakui bahwa memang musthahil untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galilea di abad I (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya merasa dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas)

Gerejalah yang menciptakan Matius 28:19 dan menyuapkannya kepada Yesus untuk diucapkan.”Karena itu pergilah, jadikanlah senua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.

Apa yang diajarkan oleh Yesus adalah tauhid (Ke-Esa-an Allah).Filsafat Platonis dan Stoic yang diajarkan Plato (?-347 SM) dan Zeno (?-263 SM) tentang Logos menjadi jembatan untuk mempertuhankan Yesus menuju konsep Trinitas yang dinanti-nantikan para penyembah berhala untuk dikawinkan dengan ajaran Kristen. Ajaran tiga Tuhan dalam satu yang dianut para penyembah berhala inilah yang menginspirasi para pemimpin Gereja unutk mengembangkan ajaran tersebut dalam Kristen. Upaya para pemimpin Gereja yang saat itu dikenal dengan golongan Apologis untuk mengawinkan ajaran filsafat Yunani dengan ajaran Kristen dijelaskan oleh Paul Tilich dalam bukunya A History of Christian Thought sebagai berikut:

“The Apologist arose to attempt a joining of Christianity dan Greek thought”(Para pemimpin Gereja yang umumnya Aplogis (mereka yang ingin mengawinkan filsafat Yunani dengan ajaran Kristen) bangkit untuk mencoba mengawinkan ajaran Kristen dengan filsafat Yunani)

Di satu pihak umat Kristen memiliki Yesus yang diambil dari Yahudi, sememtara dipihak lain, para pengikut ajaran Platonis dan Stoic memiliki Logos yang diambil dari Plato (?-347 SM) dan zeno (?-263 SM). Hasil akhir dari perpaduan keduanaya yang diterima oleh umat Krsistiani adalah Logos Yesus. Yesus bukan lagi sekedar seorang Nabi Isa untuk bani Israel, tetapi sudah berubah menjadiYesus baru yang penuh dengan embel-embel Platonis dan Stoic- Yesus Kristus anak Allah, perantara antara Tuhan dan manusia, Tuhan dan juru selamat.

Athanasius kemudian menambahkan satu Tuhan lagi yakni Roh Kudus untuk melengkapi Ketuhanan Kristen menjadi Tiga dalam Satu (Trinitas), persis seperti ajaran Ketuhanan Agama Mesir, dimana Athanasius berdomisili.Pengaruh agama Mesir terhadap Kristen dijelaskan oleh Cave sebagai berikut:

“The Trinity was a major preoccupation of Egytian theologians…. Three gods are combinet and treated as single being, addressed in the singular. In this way the spiritual force of Egyptian religion shows a direct ling with Christian theology”(Trinitas merupakan paham utama para penganut agama Mesir…. Tiga Tuhan bersatu dan diperlakukan sebagai satu, yang disebut esa. Dalam hal ini nampak kekuatan spiritual agama Mesir yang langsung mempengaruhi agama Kristen)

Apa saja yang ditetapkan oleh Kaisar Romawi dan para pemimpin Gereja dianggap benar, sah dan berlaku untuk umat pada saat itu. Kebenaran dalam Kristen berubah dari satu konsili ke konsili lainnya. Kebenaran sangat tergantung kepada golongan mana yang mayoritas dalam konsili, atau golongan mana yang didukung oleh Kaisar Romawi. Oleh karena itu, kutuk mengutuk dalam setiap konsili merupakan hal yang lumrah. Ignatius dalam suratnya kepada orang-orang Smyrna mengatakan:

“Where the bishop is, there the congregation should be Prophets who appear may be riqht or wrong, but the bishop is right, because the bishop were the representative of the true doctrine”(Apa saja pendapat sikap uskup, jemaat harus mengikutinya. Para Nabi boleh benar atau salah, tetapi uskup selalu benar, karena uskup adalah yang mewakili ajaran yang benar)

Keputusan-keputusan Gereja yang di luar ajaran Yesus dilindungi oleh hukum keimanan (regulafidei). Apa yang sudah diyakini dan diucapkan oleh pemimpin Gereja menjadi hokum yang mutlak berlaku, walaupun tidak ada dasarnya atau tidak sejalan dengan Alkitab.Alhasil ajaran Trinitas tumbuh subur dan berkembang dari satu konsili ke konsili lainnya, bukan kerana ajaran Trinitas merupakan ajaran yang dipetik dari ajaran murni Yesus, tetapi karena kaisar Romawi mendukung ajaran ini menjadi ajaran resmi kerajaan.Mereka hidup siang malam dengan Yesus. Saudara-saudaranya, ibunya, familinya melihat Yesus lahir dan tumbuh sebagai seorang bayi. Dalam kenyataan seperti itu, mereka tentu tidak mungkin membayangkan bahwa yang menangis dalam ayunan atau basah guritanya adalah Tuhan yang pernah berpartisipasi dalam penciptaan jagat raya atau penguasa alam semesta. Begitu pula murid-murid seta para pengikutnya. Mereka melihat Yesus sebagai seorang Rabi (guru) mengajarkan Taurat dan berkhotbah di rumah ibadat setiap hari sabtu. Dari berbagai sumber yang dapat diperolah, tidak satu pun pertanda bahwa Yesus pernah disembah sebagai Tuhan di Rumah Ibadat. Murid dan pengikutnya mengenal dirinya sebagai pemimpin mereka, sebagai tuan mereka, malah sebagai nabi, tetapi sama sekali mereka tidak akan pernah menganggap bahwa yang naik berkhotbah di mimbar adalah “Tuhan penguasa alam semesta.””Dan mereka berusaha menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada oranq banyak karena orang banyak itu mengangap dia nabi”.(Matius 21:46)Yesus telah mengajarkan syahadah sebagai pegangan bagi murid-murid dan pengikut-pengikutnya agar tidak tercampak ke neraka.”Inilah hidup yang kekal itu (masuk sorqa), yaitu bahwa mereka menqenal Engkau (Allah) satu-satunya Tuhan yang benar. Dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus”.(Yohanes 17:3)

Apakah benar bahwa Yesus bukan Tuhan yang harus di sembah?Jawab Ya, benar!

1. Yesus mengajari umatnya agar hanya menyembah Allah. Dia tidak pernah memerintahkan murid-muridnya untuk menyembah dirinya dengan alasan bahwa Allah berada di dalam dirinya.”Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah Engkau berbakti” (Matius 4:10)” Karena itu berdoalah demikian:’Bapa kami yang di sorga”‘(Matius 6:9)

2. Yesus adalah guru Yahudi yang mengajarkan Taurat untuk hanya menyembah Tuhan Allah.”Denqarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”.(Markus 12:29)Kata “Tuhan itu Esa” berarti Tuhan tidak ada dalam diri Yesus. Andaikata Tuhan itu adalah dirinya, atau ada dalam dirinya, maka dengan tegas beliau akan mengatakan “Tuhan ini” sambil menunjuk dirinya.

3. Ketika Yesus akan ditangkap di taman Getsemani semua muridnya lari meninggalkan beliau.”Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri” (Markus 14:50)Coba bayangkan! Ketika “Tuhan” dalam keadaan genting mereka semua lari meninggalkan dia. Kepada siapa murid-muridnya mencari perlingdungan? Kepada setan? Bukankah yang mereka tinggalkan adalah Tuhan? Padahal “katanya” segala kuasa di sorga dan di bumi telah diserahkan oleh Tuhan Allah kepada “Tuhan” Yesus?(Matius 28:18)

Kalau memang murid-murid Yesus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan Penguasa Alam Semesta, dimana segala kuasa disorga dan di bumi sudah diberikan kepada beliau, untuk apa mereka lari?Ini ikut membuktikan bahwa Matius 28:18 adalah ayat palsu yang tidak pernah diucapkan oleh Yesus.Disinilah akal sehat yang dianugrahkan Allah perlu digunkan untuk menyaring mana yang masuk akal, mana yang tidak. Kalau Tuhan berkehendak, sekali tiup saja, tentara Romawi sudah berterbangan seperti kertas di hembus badai.

Tetapi tidak! Mereka menyadari bahwa Yesus adalah pemimpin mereka. Namun mereka tidak pernah menganggap Yesus sebagai Tuhan yang mereka sembah. Buktinya dalam keadaan kepepet, mereka lebih memilih menyelamatkan diri dan membiarkan “Tuhan” mereka ditangkap dan dihukum salib oleh tentara Romawi.

Masya Allah…”

Wallahu a`lam bishowab.

Sumber:  http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=166419173386633

Siapa Paulus

Paulus

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.

Paulus ialah tokoh penting dalam agama Kristian. Nama asalnya ialah ‘Saul’ , merupakan hawari bagi agama Kristian. Paul atau Paulus adalah gelarannya.

Michael H. Hart dalam dalam buku 100 Orang Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah meletakkan Paulus di tempat ke-6 selepas Nabi Muhammad dan Jesus/Nabi Isa.[1]

Biodata

Paulus adalah seorang Yahudi dan lahir di Tarsus , di tanah Kilikia, berguru dengan Gamaliel. Gamaliel ialah seorang fakih yang dihormati segenap kaum itu dan ia seorang Farsi. Paulus sendiri menyatakan dirinya keturunan Rom. Paulus mati pada 64 m , di zaman Kaisar Nero . ( []Kisah Rasul-Rasul]] 22;2-3 ; 5:43 ; 22: 28 ; 7 : 55 ). Tarsus terletak di Istanbul / Constantinople ,Turki kini.

Riwayat hidup Paulus diceritakan panjang lebar dalam Kisah Rasul-Rasul. Isi Kitab Rasul-Rasul ini menceritakan segala ajaran dan kisah yang berhubungan dengan Paulus dan hal-hal ajaib yang telah dikerjakannya.

Sarjana Kristian menyatakan Kisah Rasul-Rasul ini dikarang oleh Lukas , seorang pengikut Paulus. Lukas adalah tabib yang disayangi oleh Paulus. Injil Lukas juga ditulis oleh Lukas. Oleh itu, tidak hairan jika pengikut Paulus memuji -muji Paulus. [2]

Paulus memasukkan ajaran Philo

Paulus telah menyelit dan memasukkan fahaman dan ungkapan baru ke dalam gereja. Antaranya ialah ‘Anak sulung Tuhan , Pengantara antara Tuhan dan manusia , Gembala yang baik, Bayang-bayang Tuhan, Roti kehidupan , Yang suci , Kurnia Tuhan kepada manusia selaku penebusan dosanya , Imam Besar, Tuhan yang kedua , Pemberi air hidup yang kekal , Yang duduk di sebelah kanan Tuhan , Tuhan satu yang bersifat tiga, Yang anak itulah yang kedua daripada tiga-tiga yang suci.

Semua ungkapan baru ini amatlah nyaman dan aneh didengar tetapi ramai tidak memahaminya .

Philo ialah ahli falsafah yang hidup 100 tahun lebih awal daripada penulis-penulis Injil. Paulus dikatakan murid Philo dan Plato , bukan murid Jesus. [3].

Ajaran Paulus menjadi sumber Ajaran Jesus

Paulus dikatakan banyak menulis surat kepada pelbagai pihak. 14 surat-surat Paulus telah ditetapkan sebagai kanon . 2 kitab iaitu Injil Lukas dan Kisah Rasul-Rasul dijadikan kanon juga. Oleh itu jadilah ajaran-ajaran yang bersumberkan Paulus menjadi ajaran-ajaran agama Kristian yang selanjutnya disebut ajaran-ajaran Jesus.

Paulus menyelewengkan ajaran Jesus

Paulus adalah seorang yang amat memusuhi agama yang diajarkan oleh Jesus dan para pengikutnya. Dia tidak belajar kepada Jesus sendiri. Kemudian tiba-tiba dia mengaku bertaubat dan mengaku pula menjadi rasul Jesus. Paulus mendakwa berjumpa dengan Jesus di pertengahan jalan ke Damsyik lalu bertaubat dan dilantik sebagai rasul. Damsyik ialah ibu negara Syria kini.

Akhirnya bagi orang Kristian , Paulus diakui sebagai rasul Jesus yang dipenuhi Roh Kudus. Empat belas surat keterangannya dimasukkan dalam golongan kitab-kitab Perjanjian Baru dan dianggap sebagai kanon dan kitab suci.

Ramai pengakaji mendakwa Paulus sebagai penyeludup ke dalam agama Kristian dan mengaku menjadi pengikut Jesus untuk menyelewengkan Kristian dari dalam, ,mengubah isi dan bentuk ajaran Kristian yang asli. Pengkaji mendakwa dasar-dasar Kristian sekarang adalah hasil bikinan Paulus , bukan ajaran Jesus.

St Barnabas dalam Injil Barnabas mendakwa Paulus termasuk golongan sesat . Dia melihat ramai orang yang mengajarkan pengajaran yang mengkafirkan, mengatakan Al Masih sebagai anak Allah, menghapuskan bersunat yang diperintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya dan menghalalkan semua daging yang najis. (Barnabas Pendahuluan 1-9 ; pasal 222:1-6).

Paulus menzalimi pengikut Kristian

Paulus mulanya sangat memusuhi agama yang dibawa oleh Jesus dan pengikutnya.

Saul / Paulus menyebarkan ugutan bunuh terhadap sesiapa yang menganut agama Kristian. Paulus mendapat surat-surat kuasa daripada Imam Besar Yahudi di negeri Damsyik . Jika ditemui lelaki dan perempuan berugama Kristian akan diikat dan dibawa ke Jerusalem. ( Kisah Rasul-Rasul 9:1-2)

Paulus mendakwa dirinya telah bertaubat

Tiba-tiba Paulus mendakwa dirinya bertaubat ketika dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap dan memenjara pengikut Kristian .

Ini kerana Paulus telah berjumpa dengan Jesus orang Nazaret berhampiran kota Damsyik. Di sana, Ananias seorang yang percaya kepada Yesus mencadangkan Paulus dibaptiskan, menyucikan diri dan menyeru nama Jesus. ( Kisah Rasul-Rasul pasal 22: 6-21).

Paulus mengaku menjadi rasul

Setelah kejadian bertemu Jesus seperti di atas, Paulus mengaku menjadi rasul Jesus. Sedangkan Jesus tidak pernah diketahui orang telah melantik/mengangkat Paulus menjadi rasul. Hanya Paulus menyatakan dirinya telah diangkat Jesus menjadi rasul.

Dirinya tidak kurang daripada rasul-rasul yang utama. Selepas kejadian di atas, Paulus cuba hendak berkawan dengan murid-murid Jesus tetapi mereka takut kepadanya dan tidak percaya Paulus adalah murid Jesus. Mereka tahu Paulus dari Tarsus itu amat bencikan Jesus dan murid-muridnya.

Tetapi St Barnabas mendekatinya dan membawa Paulus kepada murid-murid Jesus. Namun selepas itu Paulus berselisih pendapat dengan Paulus. (Korintus 11:5 ; Kisah Rasul-Rasul 9: 22-27 ; 15:39 )

Paulus mendakwa Injil yang diajarnya diterima langsung dari Jesus

Paulus sebenarnya tidak pernah berguru kepada Jesus dan tidak pernah berbicara dengan Jesus. Akan tetapi dia mengajar suatu Injil yang disebutnya diterima langsung daripada Jesus. ( Galatia 1:11-120)

Paulus sendiri mendakwa Injil yang diajarnya tidak diterima daripada rasul-rasul dan murid-murd Jesus. Tetapi diterima langsung daripada Jesus dengan perantaraan wahyu, sedangkan Jesus tidak ada lagi di kalangan mereka.

Bagi orang Islam, Jesus atau Nabi Isa hanyalah seorang Nabi bukan Tuhan.

Injil Paulus berbeza dengan injil-injil lain

Paulus menyatakan Injil yang dibawanya berlainan daripada Injil yang dibawa oleh guru-guru lain. ( Galatia 1:6-9) . Paulus amat marah melihat pengikut-pengikutnya berpaling kepada Injil lain.

Jesus pada Paulus sangat berbeza

Pada ketika itu ada guru-guru lain menceritakan riwatat Jesus yang berlainan daripada gambaran oleh Paulus .(2 Korintus 11:4-5). Paulus menyatakan dirinya tidak terkurang daripada ‘rasul-rasul yang utama’. Ini bermakna Paulus rasa tercabar dan dicabar oleh guru-guru lain yang turut mengajar tentang Injil.

Kisah Paulus taubat sangat berbeza-beza

Drs M.E Duyverman menyatakan terdapat pertentangan nyata antara Galatia pasal 1 dan 2 dengan Kisah Rasul-Rasul. Skar sekali menacari titik kesesuaian.[4]

Paulus dimusuhi oleh orang Yahudi

Paulus akhirnya menjadi orang yang amat dimusuhi oleh orang Yahudi dan mereka mahu membunuhnya. ( Kisah Rasul-Rasul 9:20-25). Sewaktu Paulus di Damsyik , Di dalam rumah sembahyang di Damsyik , Paulus menyebarkan berita bahawa Jesus itu anak Allah dan Jesus itu Kristus. Selang beberapa hari, orang-orang Yahudi berpakat mahu membunuhnya. Tetapi Paulus diselamatkan oleh murid-mujridnya dan dibawa ke Jerusalem.

Terjadi lagi perselisihan pendapat antara Paulus dan St Barnabas sehingga mereka berpisah. ( Kisah Rasul-Rasul 15:39). Paulus cuba berdamping dengan orang-orang kafir iaitu orang tidak berbangsa Israel.

Paulus mengaku dirinya rasul kepada orang-orang kafir

Jesus hanya disuruh mengembangkan Kristian kepada bangsa bani Israel yang ‘sesat’ ( Injil Matius 15:24, ). Jesus melarang murid-muridnya pergi mengajar kepada orang-orang kafir dan janganlah kamu masuk ke negeri Samaria.( Injil Matius 10:5-6).

Ayat yang menyatakan Jesus menyuruh mengajar juga kepada bukan bangsa Israel adalah ‘ayat tambahan’.(ms 61)

Akan tetapi Paulus mengakui dirinya sebagai pengikut Jesus telah pergi mengajar kepada orang-orang kafir ( Galatia 2:7-80. Bani Israel yang menganut agama Yahudi mengamalkan amalan bersunat. Sementara orang yang tidak bersunat dianggap sebagai kafir.

Paulus menghapuskan bersunat

Amalan bersunat amat penting dalam agama Yahudi. St Barnabas menyatakan Paulus telah menghapuskan amalan bersunat untuk selama-lamanya. Sedangkan amalan bersunat patut dikekalkan sebagai perjanjian kekal dengan Tuhan.( Kejadian 17:9-14).Sesiapa yang tidak bersunat dianggap cuba mengubah perjanjian Tuhan. Perintah ini dilakukan oleh anak cucu Nabi Ibrahim hingga ke hari ini. Jesus sendiri mengamalkan amalan bersunat .

Tetapi Paulus membatalkan amalan bersunat ( Galatia 5;20 , Lukas 2;21 , 1 Korintus 7:18-19). Paulus menyatakan hal itu kepada sidang rasul-rasul di Jerusalem pada tahun 48. ( Kisah Rasul-Rasul pasal 15). Paulus mencadangkan sunat digantikan dengan baptis dan kekal hingga ke hari ini. ( Kol 2:11,12)

Paulus menghalalkan daging yang najis

St Barnabas telah menceritakan Paulus telah menghalalkan daging yang najis ( Barnabas 6). Sebelumnya ada beberapa binatang yang najis dan tidak boleh dimakan seperti babi, bangkai dan lain-lain. ( Imamat pasal 11 dan Jchezkiel 4;14).

Tetapi Paulus telah menghalalkan babi , bangkai dan lain-lain ketika menghantar surat kepada orang-orang Rom.( Rom 14:4 dan 20 , Titus:1:15, 1 Korintus 6:12)

Jadi Paulus telah menghalalkan segala sesuatu yang najis dan dilarang makan dalam Perjanjian Lama. Golongan Kristian Adventis mempunyai pendapat tersendiri dalam hal ini.

Paulus membatalkan Taurat Musa

Jesus datang tidak hendak merombak hukum Taurat tetapi hendak menyempurnakannnya Sesiapa yang merombak hukum Taurat akan dipandang kecil di dalam kerajaan syurga ( Injl Matius 5:17-19).

Tetapi Paulus menganggap hukum Taurat itu telah dibatalkan kerana sangat lemah dan tidak berguna kepada manusia. ( Ibrani 7:18-19 ; Ibrani 8:7)

Pastor Rifai menyatakan Taurat itu terbahagi 2 :

Taurat Allah yang diucap dan ditulis Allah sendiri ( Keluaran 24:12, 31:18) . Dan Taurat Musa yang diucapkan dan ditulis oleh Nabi Musa sendiri ( Ulang 31: 1,2 9). Taurat Allah diletakkan dalam peti perjanjian ( Keluaran 25 : 16, 21, Ibrani 9: 2, 4). Dan Taurat Musa diletakkan di luar peti perjanjian . ( Ulangan 31:25,26). Taurat Musa sudah dihapuskan (Ibrani 10:1-6 . Taurat Allah ( 10 hukum ) itu kekal. (Matius 5 ; Mazmur 119:14, 165).

Paulus mengajarkan dosa waris

Paulus mengajarkan bahawa semua manusia adalah berdosa iaitu dosa yang diwariskan kepada mereka dari Adam , kerana Adam telah berdosa sebab memakan buah yang terlarang. (surat kiriman Paulus kepada orang Rum 5:12 dan 5:18) .

Tebus dosa manusia dengan darah dan pengorbanan Jesus

Paulus mengajarkan bahawa kematian Jesus di atas kayu salib adalah untuk penebusan dosa manusia. ( Surat Paulus kepada Epesus 1:7, Surat Paulus kepada orang Kolosi 1:140 , Surat Paulus kepada orang Ibrani 9:28, Epesus 5:2 , Galatia 1:-4).

Paulus mengajarkan Jesus sebagai pengantara

Paulus menyatakan jawatan Jesus adalah menjadi pengantara. ( Ibrani 8:6 ; 12:24 ).

Paulus mengajarkan Jesus bayangan Tuhan

Paulus mengajarkan bahawa Jesus menjadi bayangan Tuhan dan ia terlebih dahulu dari segala makhluk dan ia menjadikan segala sesuatu di langit dan di bumi. ( Kolose 1:15-17).

Ajaran Paulus berkembang di kalangan orang kafir

Akhirnya ajaran Paulus berkembang di kalangan orang kafir, bukan di kalangan bangsa bani Israel. Ini kerana Paulus telah bekerja sungguh-sungguh dan pergi jauh ke pedalaman dan luar daerah. Paulus dikatakan telah berjalan kaki sejauh 7800 km – 9000 km. Perjalanannya tanpa kapal terbang atau apa-apa kenderaan. [5]

Paulus menghalalkan cara demi tujuan

Paulus membenarkan seseorang menjadi Yahudi agar akhirnya orang Yahudi itu menjadi Kristian. Jika dia berhadapan dengan Yahudi, dia akan menjadikan dirinya seperti orang Yahudi. Jika dia berhadapan dengan orang yang mengamalkan hukum Taurat, dia akan berpura-pura mengamalkan hukum Taurat.. “Maka segala sesuatu halal bagiku”. ( I Korintus 9: 20-22 ; 6:12 ; Rum :7). Paulus mengangap berdusta itu tidak salah jika dengan dusta itu kebenaran Allah melimpah kepada kemuliaan.

Falsafah ini diamalkan oleh Machiavelli.

Paulus mampu melakukan perkara pelik

Paulus dianggap rasul kerana telah melakukan perkara pelik umpama mukjizat atau dianggap mukjizat..

Tetapi Injil Matius sendiri menyatakan ada Kristus palsu dan nabi palsu akan muncul dengan mengadakan perbuatan dan pertunjukan yang pelik-pelik. Perkara yang pelik-pelik tidak dapat dijadikan bukti akan kebenaran seseorang rasul. ( Injil Matius 24:24).

Perlu diingat Kisah Rasul-Rasul dikarang oleh Lukas iaitu seorang pengikut Paulus. Lukas tidak melihat semua yang dilakukan oleh Paulus dan tidak mengikut perjalanan Paulus sejauh 7800 km itu. Mungkin Paulus mereka-reka cerita akan kehebatannnya . Yang pasti Lukas banyak mengunakan cerita-cerita lisan untuk tulisannya khususnya dari Paulus yang dikutinya hingga ke penjara. [6]

Paulus setanding Abdullah bin Sabak

Zaman Nabi Muhammad juga muncul orang Yahudi berpengaruh bernama Abdullah bin Sabak. Dia menyamar sungguh-sungguh sebagai seorang Islam yang alim. Beliau seorang pendeta Yahudi . Beliau turut menghidupkan api perang antara Ali Abi Talib dengan Muawiyah. Abdulah bin Sabak memihak kepada Ali , membela Ali dan kaum kerabat Nabi Muhamad. Dengan itu ramai orang tertarik kepadanya.

Abdullah bin Sabak akhirnya mengatakan dalam ajarannya bahawa Ali Abu Talib itu Tuhan. Menurut ajarannya , roh Allah bertempat dalam tiap-tiap Nabi. Setelah Muhamad wafat, roh itu pindah kepada Ali Abi Talib. Kemudian pindah lagi kepada anak-anaknya yang menjadi Imam.

Ketika Abdullah bin Sabak dan pengkutnya bertemu Ali, beliau berkata ‘Engkau Tuhan’, ‘Engkau Dia’. Ali amat gelisah dan menghidupkan api untuk membakar mereka. Tetapi mereka menyambut dengan ‘Kini nampaklah kepada kami kebenaran bahawa dia Allah , kerana yang menghukum orang dengan Api hanya Allah’.

Semasa Ali menjadi Khalifah , pernah hendak menghukum mati ke atas Abdullah bin Sabak. Terapi ramai menghalang kerana jasanya membela keluarga Nabi Muhamad. Jadi Abdullah diasingkan ke Madain .Usaha Abdulah bin Sabak masih berterusan tapi berjaya dibendung .

Rujukan

  • HM Arshad Talib Lubis, Perbandingan Agama : Kristen dan Islam , Pustaka Melayu Baru, Kuala Lumpur , 1982, hlm 369
  1. http://www.adherents.com/adh_influ.html Religious Affiliation of History’s 100 Most Influential People
  2. Dr S Van Der Linder , Tafsiran Rum , Badan penerbitan Kristian , Jakarta, 1960)
  3. Khawaja Kmaludin, BA, LLB, Mata Aliran Kekristianan, 64-65
  4. Drs M.E. Duyverman – Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru , Badan Penerbit Kristian, Jakarta, 1966, hlm 87
  5. Drs M.E Duyverman, Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru , Badan Penerbit Kristian , Jakarta, 1965)
  6. Dr H Van Den Brick – Tafsiran Kisah Rasul-Rasul , Badan Penerbit Kristian, Jakarta, 1960, hlm 5